3.604 Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Jakarta Barat untuk Jaga Ekosistem

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat berhasil menangkap sebanyak 3.604 ekor ikan sapu-sapu dengan berat total mencapai 1.190 kilogram. Operasi penangkapan ini dilakukan sepanjang tahun 2026 di berbagai titik perairan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Bety Rahmawati, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk menekan populasi spesies invasif yang berpotensi merusak habitat alami. “Operasi penangkapan ikan sapu-sapu bertujuan untuk menekan populasi ikan secara cepat dan mencegah penyebarannya lebih luas,” ujar Bety saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Ancaman bagi Ikan Lokal dan Infrastruktur

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ikan sapu-sapu dikenal memiliki sifat invasif yang sangat berbahaya bagi populasi ikan lokal. Keberadaannya yang masif dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, termasuk merusak dasar dan tepi sungai. Tidak hanya itu, spesies ini juga membuat lubang pada dinding turap yang menyebabkan infrastruktur menjadi cepat rapuh.

Penangkapan masif ini tersebar di sejumlah perairan vital di wilayah Jakarta Barat. Titik-titik tersebut meliputi Kali TSI, Waduk Bojong, Kali Pesanggrahan, Kali Semongol, Kali Banjir Kanal Barat, Kali Angke, serta beberapa lokasi lainnya.

Prosedur Pemusnahan yang Ketat

Bety menegaskan bahwa seluruh hasil tangkapan telah dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku. Ikan-ikan tersebut dimatikan dan dikubur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan ikan tidak kembali ke perairan dan tidak disalahgunakan untuk diperjualbelikan.

Pihaknya juga menyoroti maraknya praktik perburuan ikan sapu-sapu oleh oknum tertentu untuk dijadikan bahan olahan makanan seperti siomay. Padahal, banyak dari ikan tersebut mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli atau Salmonella, serta logam berat seperti timbal yang sangat membahayakan kesehatan manusia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sambut Nataru, InJourney Airports Diskon 50 Persen Tarif Jasa Bandara
• 16 jam lalu
0
thumb
Membangun Generasi Emas Indonesia Melalui Pendidikan Unggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara
• 11 jam lalu
0
thumb
Baru Sehari Ditahan, Eks Bupati Gowa Minta Penangguhan karena Maag Akut
• 12 jam lalu
0
thumb
Kesehatan Gigi Anak Dimulai dari Rumah, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan
• 15 jam lalu
0
thumb
Foto: Bertahun-tahun Tak Diklaim, 22 Jenazah Telantar Dikremasi di Bali
• 20 menit lalu
0
Berhasil disimpan.