Kesehatan Gigi Anak Dimulai dari Rumah, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menjaga kesehatan gigi anak perlu dimulai sejak gigi pertama tumbuh. Kebiasaan menyikat gigi secara teratur, pemilihan pasta gigi yang tepat, serta pendampingan orang tua menjadi bagian penting untuk membantu mencegah gigi berlubang dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan gigi berlubang sebagai salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat dicegah. Upaya pencegahan antara lain dilakukan melalui kebiasaan menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride dan membatasi konsumsi gula. Pemahaman orang tua mengenai perawatan gigi sesuai usia anak pun menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dokter gigi Satria mengatakan kebutuhan perawatan gigi anak berubah seiring pertumbuhan. Karena itu, orang tua perlu memahami cara membersihkan gigi, memilih pasta gigi sesuai usia, serta mendampingi anak selama menyikat gigi.

“Perawatan gigi anak perlu disesuaikan dengan tahap pertumbuhannya. Orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menyikat gigi sejak dini, memilih pasta gigi yang sesuai dengan usia anak, serta mendampingi anak selama menyikat gigi," kata Satria di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Baca Juga :

Jembatan hingga Layanan Kesehatan di Sumatra Berangsur Pulih
 
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluoride sejak gigi pertama tumbuh. Untuk anak berusia di bawah tiga tahun, jumlah pasta gigi yang digunakan cukup sebesar butiran beras. Sementara itu, anak berusia tiga tahun ke atas dapat menggunakan pasta gigi sebanyak ukuran kacang polong.

Penggunaan pasta gigi tetap perlu diawasi orang tua, terutama untuk memastikan jumlahnya sesuai anjuran dan anak tidak menelan pasta gigi. Pendampingan juga membantu anak belajar menyikat gigi dengan benar hingga kebiasaan tersebut terbentuk secara bertahap.

Memasuki usia prasekolah dan sekolah dasar, anak mulai belajar lebih mandiri dalam merawat giginya. Meski demikian, bantuan orang tua masih diperlukan untuk memastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan dengan baik. Pada usia ini, perhatian terhadap pergantian gigi susu menjadi gigi permanen juga semakin penting.

“Seiring bertambahnya usia, pembentukan kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan perhatian terhadap pergantian gigi susu menjadi gigi permanen semakin penting,” jelas Satria.


Ilustrasi pembersih gigi. Dokumentasi/ istimewa.

Selain menyikat gigi secara teratur, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan gigi anak dengan membiasakan pola makan seimbang dan membatasi makanan maupun minuman tinggi gula. Pemeriksaan gigi secara berkala juga dapat membantu mendeteksi masalah sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Pendekatan perawatan berdasarkan tahapan usia turut diperkenalkan oleh Ipeelu, merek perawatan gigi dan mulut anak asal Australia, melalui konsep Age by Age. Konsep tersebut membagi kebutuhan perawatan gigi anak ke dalam tiga kelompok usia, yakni 6 bulan–2 tahun, 2–6 tahun, dan 6–12 tahun.

Perwakilan Ipeelu mengatakan, pendekatan tersebut bertujuan mengajak orang tua mempertimbangkan tahap pertumbuhan anak ketika memilih produk perawatan gigi dan mulut.

“Lewat konsep Age by Age, kami ingin mengajak orang tua memahami bahwa kebutuhan perawatan gigi anak dapat berbeda seiring bertambahnya usia. Karena itu, pemilihan produk perlu mempertimbangkan tahap pertumbuhan anak serta petunjuk penggunaan yang sesuai,” ungkap perwakilan Ipeelu.

Selain pendekatan berdasarkan usia, Ipeelu juga mengangkat siwak sebagai salah satu bahan dalam pengembangan produknya. Bahan tradisional yang dikenal dalam berbagai budaya tersebut dipadukan dengan formulasi modern untuk kebutuhan perawatan gigi dan mulut keluarga.

Ipeelu juga berkolaborasi dengan Satria dalam kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut anak, termasuk melalui media digital. Penyebaran informasi melalui kanal tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memperoleh pemahaman mengenai kebiasaan perawatan gigi yang tepat.

Meski berbagai pendekatan edukasi dan produk perawatan tersedia, orang tua tetap perlu mengutamakan rekomendasi tenaga kesehatan gigi. Pemilihan pasta gigi perlu memperhatikan kandungan fluoride, jumlah penggunaan sesuai usia, serta petunjuk pemakaian yang benar.

Dengan membangun kebiasaan menyikat gigi sejak gigi pertama tumbuh, mendampingi anak selama proses belajar, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut anak hingga dewasa.



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eropa Panas di Mana-Mana! Potret Lautan Massa Tumpah Demo di Ceko
• 2 jam lalu
0
thumb
PIKI Awards 2026, Apresiasi Tokoh Inspiratif yang Berkontribusi bagi Bangsa
• 11 jam lalu
0
thumb
Belanja Negara Nyaris Rp 4.000 T Hanya 15% PDB, Menkeu Ungkap Penopang Lain
• 9 jam lalu
0
thumb
Pasar Bergejolak, BSI (BRIS) Siapkan Buyback Rp500 Miliar
• 5 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Dua Misi Ambisius Bhayangkara FC saat Ladeni PSM Makassar
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.