jpnn.com, JAKARTA - Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi bagi masyarakat melalui PIKI Awards 2026, Minggu (25/10).
Penghargaan perdana ini diberikan dalam delapan kategori utama, yakni toleransi, lingkungan hidup, ekonomi, antikorupsi, pendidikan, kesehatan, inovasi, dan kebudayaan.
BACA JUGA: PIKI Dorong Reformulasi DBH Tambang, Sulteng Jadi Pilot Project
Selain itu, terdapat dua penghargaan khusus untuk bidang filantropi dan kebebasan beribadah.
Wakil Ketua Umum DPP PIKI Binsar J. Pakpahan mengatakan penerima penghargaan dipilih melalui proses seleksi selama beberapa bulan dengan melibatkan lembaga survei independen Indikator dan puluhan juri dari berbagai bidang.
BACA JUGA: Jadi Ketum PIKI, Maruarar Sirait Yakini Menag Nasaruddin Adil Soal Hak Pendidikan Agama
Menurut Binsar, penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni integritas, inovasi, dampak, dan keberlanjutan.
"Dari satu kategori itu bisa ada 30 sampai 40 juri. Lalu nilainya diakumulasi dan dapatlah mereka yang menang. Tidak ada intervensi dari siapa pun, dari PIKI tidak ada intervensi. Kami betul-betul menerima blind result," ujar Binsar.
BACA JUGA: Michael Wattimena Maju di Kongres PIKI, Siap Bawa Organisasi Kristen Berintelektual
Panitia juga melakukan pemeriksaan rekam jejak calon penerima penghargaan sebelum menetapkan pemenang.
Sejumlah penerima penghargaan antara lain Abidin Wakano untuk kategori toleransi atas kiprahnya membangun kerukunan di Maluku, serta Carina Citra Dewi Joe dalam kategori riset dan inovasi atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi produksi massal vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Di bidang kesehatan, penghargaan diberikan kepada Lie Agustinus Dharmawan, pendiri Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), yang mengembangkan layanan rumah sakit apung dan program Dokter Terbang untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Penghargaan bidang pendidikan diterima Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung, pendiri Sokola Rimba yang memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat adat.
Sementara itu, Artidjo Alkostar menerima penghargaan antikorupsi secara anumerta atas kiprahnya dalam penegakan hukum.
Penerima penghargaan lainnya adalah Bambang Noorsena untuk bidang kebudayaan, Saptoyo untuk lingkungan hidup, serta Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna dalam kategori pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Adapun dua penghargaan khusus diberikan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kontribusi kemanusiaan lintas agama dan golongan, serta Gugun Gumilar atas kiprahnya memperjuangkan kebebasan beribadah.
Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait mengatakan penghargaan tersebut sejalan dengan komitmen organisasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
"Perjuangan kita bukan hanya untuk umat Kristen, tetapi juga untuk semua masyarakat," kata Maruarar.
Ia menjelaskan PIKI telah menjalankan sejumlah program, mulai dari seminar nasional di bidang kesehatan, energi, dan hukum hingga penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
PIKI juga telah menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, antara lain terkait pengembangan energi nuklir, pemerataan listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mekanisme penyelesaian hak korban tindak pidana melalui kepailitan.
Maruarar berharap PIKI dapat berkembang menjadi organisasi yang dipercaya masyarakat, memberikan dampak nyata, serta melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
Sementara itu, Binsar mengatakan PIKI Awards direncanakan menjadi agenda tahunan untuk menemukan lebih banyak tokoh yang memberikan kontribusi bagi bangsa.
"Kami rencananya mengadakan acara ini setiap tahun dan ini adalah yang pertama," ujarnya.(esy/jpnn)
Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)