Grobogan dan Melawi Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat Permanen

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, telah menyiapkan lahan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Komitmen tersebut disampaikan saat perwakilan kedua pemerintah daerah menemui Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/10).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Grobogan, Indri Agus Velawati menyampaikan pihaknya telah mengusulkan lahan seluas 6,9 hektare yang berlokasi di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi untuk pembangunan gedung tersebut.

Sertifikat lahan tersebut telah terbit dan diserahkan ke Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat Kementerian Sosial (Kemensos).

"Suratnya sudah terbit. Sudah (diserahkan ke Sekber)," kata Indri dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa juga telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare di Desa Semadin Lengkong, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Baca juga: Kemensos dan CIMA Bakal Wadahi Lulusan Sekolah Rakyat di Industri Maritim

Dadi juga menegaskan akan memenuhi persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk bertanggung jawab atas pematangan lahan.

"Untuk pematangan lahan menjadi tanggung jawab Pemda. Nanti kita ratakan pakai alat kita," ujarnya.

Sementara itu, Wamensos Agus Jabo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

Agus Jabo mengatakan Presiden Prabowo telah berulang kali menekankan pentingnya menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 untuk mewujudkan amanat Pasal 34, terutama mengenai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengentaskan kemiskinan.

"Salah satu prioritasnya adalah pengentasan kemiskinan," tegasnya.

Baca juga: Kemensos Kirim Bantuan ke Ratusan Korban Kebakaran di Bangka Selatan

Agus Jabo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Program pendidikan ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Di atas Desil 1, Desil 2 tidak boleh. Karena ini tujuannya untuk memutus transmisi kemiskinan," ujarnya.

Agus Jabo menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sebagai langkah penting untuk memastikan keberhasilan Sekolah Rakyat. Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menghadirkan akses pendidikan, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka kesempatan yang lebih luas, dan mendorong kesejahteraan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

"Tidak bisa kemudian pemerintah daerah bekerja sendiri, tidak bisa. Pemerintah pusat (bekerja sendiri) tidak bisa, harus kolaborasi," pungkasnya.




(akd/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ulama PPP Minta Konsolidasi dan Evaluasi Kepemimpinan Partai
• 5 jam lalu
0
thumb
Sempat Diamankan, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dipulangkan Polda Metro Jaya
• 5 jam lalu
0
thumb
Muhammad Fadli dan Kadek Dwi Purnama Yasa Jadi Andalan Indonesia Raih Emas pada Hari Kedua Asian Para Games 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Kasus Penganiayaan Balita di Karawang, 2 Pelaku Tidak Ditahan
• 14 jam lalu
0
thumb
Kementerian PKP Percepat Penyaluran KUR dan KPR Subsidi Dukung Program 3 Juta Rumah
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.