JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Langkah ini untuk mengoptimalkan capaian Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan, dan percepatan penyelesaian kendala di lapangan.
BACA JUGA:Istana Beberkan Intensifikasi OMC Tangani Karhutla, Curah Hujan Capai 67,45 Juta Meter Kubik
Ia memimpin rapat koordinasi evaluasi capaian KUR Perumahan dan rumah subsidi FLPP di Kantor Kementerian PKP, Gedung Mandiri, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
Rapat melibatkan BP Tapera, perwakilan konsumen, asosiasi pengembang, serta perbankan nasional, bank pembangunan daerah (BPD), dan bank swasta.
“Kita memiliki waktu kurang lebih dua bulan lagi untuk mengamankan dan mempercepat target capaian perumahan subsidi dan KUR Perumahan tahun ini. Untuk KUR Perumahan ada BRI dan FLPP ada BTN,” ujar Menteri PKP.
Berdasarkan data BP Tapera per 19 Oktober 2026, realisasi KPR Subsidi FLPP mencapai 184.342 unit atau 52,67 persen dari target 350.000 unit sepanjang 2026.
Rinciannya terdiri atas 184.318 unit KPR rumah tapak dan 24 unit KPR rumah susun.
BP Tapera mencatat potensi permintaan 39.830 unit yang masih dalam proses pembangunan hingga akad kredit, serta ketersediaan rumah subsidi 28.208 unit.
Jika seluruh potensi terealisasi, akumulasi penyaluran diproyeksikan mencapai 224.172 unit atau sekitar 64 persen dari target tahunan.
BACA JUGA:Pemprov DKI Terima Hibah Aset Rampasan Koruptor dari KPK Senilai Rp9,56 Miliar
Realisasi bulanan Oktober 2026 hingga 19 Oktober mencapai 19.334 unit, melampaui realisasi Oktober 2025 sebanyak 14.746 unit.
Selain KPR Subsidi FLPP, total penyaluran pembiayaan Kredit Program Perumahan periode 1 Januari–18 Oktober 2026 mencapai Rp27,74 triliun kepada 115.897 debitur atau 68,21 persen dari target Rp40,67 triliun.
Dari sisi permintaan, penyaluran mencapai Rp18,28 triliun kepada 112.014 debitur (80,15 persen target). Rinciannya meliputi renovasi rumah Rp13,55 triliun (91.824 debitur), pembelian rumah Rp2,82 triliun (10.574 debitur), dan pembangunan rumah untuk usaha Rp1,19 triliun (9.616 debitur).
- 1
- 2
- »






Komentar (0)