Zelenskyy: Ukraina telah sampaikan usulan damai kepada AS

antaranews.com
56 menit lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya telah menyampaikan usulan kepada Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

"Kami telah menyampaikan usulan kami kepada pihak Amerika," kata Zelenskyy dalam pidato pada Selasa malam.

"Amerika dapat membantu memperkuat pertahanan kami, terutama melalui pertahanan udara, dan dapat menekan Rusia agar mengubah rencananya, dari memperpanjang perang menjadi mempersiapkan diri untuk mengakhirinya," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika upaya perdamaian yang dimediasi AS terhenti, sementara perang Rusia-Ukraina telah memasuki tahun kelima.

Dengan mediasi AS, Rusia dan Ukraina menggelar tiga putaran perundingan pada Januari dan Februari untuk mencari penyelesaian konflik.

Namun, perundingan kemudian terhenti. Moskow dan Kiev mengaitkan penghentian tersebut dengan fokus AS terhadap Iran dan konflik bersenjata di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari.

Zelenskyy juga mengatakan, berdasarkan laporan intelijen Ukraina, Rusia berencana merekrut lebih banyak pasukan setelah pemilu pada September.

"Dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) ingin menciptakan kesan bahwa rakyat Rusia seolah-olah mendukung perang."

"Kemudian, setelah apa yang disebut pemilu, dia berencana melakukan mobilisasi cepat tambahan terhadap beberapa ratus ribu warga Rusia hingga akhir tahun, ditambah jumlah yang sama pada tahun depan," katanya.

Zelenskyy mengatakan mobilisasi tersebut akan dilakukan di luar perekrutan yang saat ini diupayakan Rusia melalui skema wajib militer kontrak.

Putin menyetujui mobilisasi militer parsial di Rusia pada 2022 yang menghasilkan perekrutan 300.000 personel ke dalam angkatan bersenjata.

Sejak itu, Ukraina secara berkala menyatakan Rusia akan melakukan gelombang mobilisasi baru. Namun, pejabat Rusia membantah klaim tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Maret mengatakan isu mobilisasi "tidak ada dalam agenda".

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada bulan lalu mengatakan "tidak ada kebutuhan untuk mobilisasi" di negaranya.

Ia menyebut pernyataan mengenai rencana mobilisasi tersebut sebagai "provokasi palsu" dan "propaganda".



Sumber: Anadolu

Baca juga: AS lanjutkan berbagi informasi intelijen dengan Ukraina

Baca juga: Politikus Jerman minta pemerintahnya batasi pendanaan untuk Ukraina


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG: Efek El Nino, Sumsel Makin Kering hingga September
• 11 jam lalu
0
thumb
Kembali Tampil di Publik, Ini Kontroversi yang Pernah Menyeret Kim Soo Hyun
• 5 jam lalu
0
thumb
Korupsi Kuota Haji, 'Anatomi' Dakwaan Gus Alex Dipertanyakan
• 4 jam lalu
0
thumb
Update Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia : 164 Orang Tewas, Sejumlah Rumah Sakit Masuk Status Siaga Merah 
• 1 jam lalu
0
thumb
Ekonom Soroti Potensi Masalah Kesenjangan Akses dan Literasi Keuangan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.