Update Gempa Dahsyat M 7,4 di Kolombia : 164 Orang Tewas, Sejumlah Rumah Sakit Masuk Status Siaga Merah 

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, menewaskan 164 orang dan melukai 570 lainnya. Lebih dari 1.500 bangunan mengalami kerusakan. Relawan dan petugas darurat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang terjebak di bawah reruntuhan. Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban tewas masih mungkin bertambah.

Pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Provinsi Chocó. Namun, pejabat setempat mengatakan bahwa meskipun sejumlah akses jalan rusak, secara ajaib tidak ada korban meninggal maupun luka yang dilaporkan di wilayah tersebut.

Daerah dengan korban paling banyak tampaknya berada di Pereira, Provinsi Risaralda, yang berbatasan dengan Chocó. Tim penyelamat terus mencari korban selamat di antara bangunan-bangunan yang runtuh.

Presiden Baru Menjabat 3 Hari Langsung Menghadapi Bencana

Gempa ini berdampak sangat luas dan getarannya juga dirasakan di negara tetangga, Ekuador dan Panama. Badan geologi Kolombia menyatakan bahwa gempa tersebut merupakan yang terkuat yang tercatat di negara itu sejak awal abad ke-21.

Presiden Abelardo de la Esperiella, yang baru dilantik tiga hari sebelumnya, mengumumkan keadaan darurat nasional pada hari terjadinya gempa dan mengerahkan personel militer ke daerah yang terdampak. Ia berjanji bahwa Kolombia akan “melewati masa sulit ini bersama-sama”.

Lima Rumah Sakit di Kota Berstatus Siaga Merah, Enam Bandara Daerah Ditutup

Menurut Reuters, jumlah korban tewas akibat gempa M7,4 di Kolombia telah meningkat menjadi sedikitnya 164 orang. Di Cali, kota dengan populasi sekitar 2,2 juta jiwa, sedikitnya 85 orang tewas dan pemerintah setempat telah memberlakukan jam malam.

Pejabat setempat mengatakan lima rumah sakit di berbagai kota Kolombia memasuki status siaga merah pada 10 Agustus. Di antara bangunan yang runtuh terdapat sebuah rumah sakit di Cali, termasuk bagian pediatri dan ruang perawatan bayi baru lahir.

Di Cali, para relawan membawa ember dan peralatan sederhana, bahkan menggunakan tangan kosong untuk membantu proses penyelamatan dan mencari korban selamat di bawah reruntuhan.

Andres Felipe Mejia, yang ikut bergabung dalam operasi penyelamatan sementara, mengatakan:

“Kami berusaha mengeluarkan orang-orang dalam keadaan hidup. Seorang pria dan seorang bayi berhasil diselamatkan, tetapi istrinya masih belum berhasil dievakuasi.”

Ia mengatakan bahwa banyak orang datang membawa bantuan dan makanan, tidak hanya untuk membantu petugas penyelamat tetapi juga untuk mendukung warga yang terdampak bencana.

Para petugas penyelamat membentuk rantai manusia untuk memindahkan batu bata dan puing bangunan. Setiap beberapa menit mereka berhenti untuk mendengarkan apakah masih ada tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.

Sejumlah kota mengalami kerusakan parah. Dinding dan lantai bangunan terlihat melengkung dan miring secara tidak beraturan, sementara kabel listrik berserakan di jalan-jalan.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia menyatakan sedikitnya enam bandara daerah menghentikan sementara operasionalnya.

Di Manizales, banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk katedral bergaya Neo-Gotik yang terkenal di kota tersebut. Menara katedral juga mengalami kerusakan parah dan terlihat miring.

Julian Pena, warga Quibdó, sedang berada di rumah ketika gempa terjadi. Ia mengatakan merasakan guncangan yang “sangat, sangat kuat”.

“Orang-orang berdoa di jalanan. Pemandangannya sangat mengguncang. Saya berlari keluar tanpa membawa apa pun, dan baru menyadari bahwa sudah ada ratusan orang berkumpul di luar. Banyak bangunan mengalami celah dan retakan, sementara beberapa lainnya sudah benar-benar runtuh,” katanya kepada wartawan. 

Kedalaman Gempa Sekitar 107 Kilometer, Pakar: Pergerakan Mendatar Mungkin Memperparah Kerusakan

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa gempa berkekuatan 7,4 terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat, 10 Agustus. Pusat gempa berada di Provinsi Chocó di wilayah pesisir barat, dengan kedalaman sekitar 107 kilometer.

Badan geologi Kolombia menyatakan bahwa gempa ini merupakan yang terkuat yang tercatat di negara tersebut sejak awal abad ke-21.

Seismolog Northwestern University, Suzan van der Lee, mengatakan bahwa meskipun gempa tersebut memiliki kedalaman lebih dari 100 kilometer, kekuatannya, lokasi pusat gempa yang berada di daratan, serta pergerakan strike-slip atau pergeseran mendatar dapat memperparah dampak di kawasan lembah yang padat penduduk.

“Sumber gempa ini sangat dalam. Secara teori, seharusnya tidak menyebabkan guncangan yang begitu kuat. Namun, mengingat magnitudonya, gempa ini memang menghasilkan guncangan yang sangat besar,” ujarnya. 

Pergerakan strike-slip adalah jenis pergerakan tektonik ketika lapisan batuan bergeser secara horizontal satu sama lain di sepanjang bidang patahan yang hampir vertikal.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Orang Jamaah yang Berhasil Menangkan THR Umrah Gratis
• 19 jam lalu
0
thumb
Cara Cek Desil Penerima Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Warga Wajib Tahu!
• 3 menit lalu
0
thumb
Video Purbaya Minta Prabowo Hukum Mati Koruptor Ternyata Hoaks, Suara dan Gerakan Bibir Direkayasa AI
• 22 jam lalu
0
thumb
Jessica Mila Klarifikasi Usai Ketahuan Nekat Liburan ke Pulau Padar, Ngaku Tak Tahu Ada Larangan Berlayar
• 22 jam lalu
0
thumb
Dari Tikar Sederhana, Anak-anak SAAJA Belajar Menatap Masa Depan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.