Video Purbaya Minta Prabowo Hukum Mati Koruptor Ternyata Hoaks, Suara dan Gerakan Bibir Direkayasa AI

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Video yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah meminta Presiden Prabowo Subianto menerapkan hukuman mati bagi koruptor dipastikan hoaks karena suara dan gerakan bibir dalam rekaman tersebut telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Video tersebut beredar melalui Facebook dengan narasi bahwa Purbaya mengusulkan hukuman mati serta perampasan seluruh aset pelaku korupsi.

Dalam video yang beredar, Purbaya dinarasikan mengatakan, “Hukuman mati harus diterapkan. Ini adalah saran saya kepada Bapak Presiden Bapak Prabowo Subianto. Koruptor mencuri miliaran, lalu dihukum ringan. Itu tidak adil. Saya pribadi berpendapat untuk kejahatan luar biasa, hukumannya juga harus luar biasa. Bahkan saya setuju, hukuman mati diterapkan, minimal asetnya dirampas habis. Jangan ada cerita keluar penjara masih kaya. Saya yakin rakyat juga mendukung.”

Unggahan tersebut juga menyertakan narasi, “Hukum yang pantas untuk para koruptor.”

Video Asli Tidak Membahas Hukuman Mati

Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Reverse Image, rekaman tersebut serupa dengan video KompasTV berjudul “Menteri Keuangan Purbaya Yudhi berbicara mengenai persaingan global hingga singgung program MBG”.

Dalam video aslinya, Purbaya tidak pernah menyampaikan usulan kepada Presiden Prabowo mengenai penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Pemeriksaan ANTARA menggunakan AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan bahwa suara dalam video yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI-generated voice.

Gerakan Bibir Purbaya Dimanipulasi

Selain suara, gerakan bibir Purbaya dalam video tersebut terindikasi dimanipulasi menggunakan teknologi AI lip-sync sehingga terlihat seolah-olah dirinya benar-benar mengucapkan pernyataan mengenai hukuman mati bagi koruptor.

Manipulasi tersebut menggunakan cuplikan video asli Purbaya, kemudian mengubah suara dan gerakan bibir agar sesuai dengan narasi yang dibuat.

Hasil pemeriksaan memastikan Purbaya tidak pernah menyampaikan pernyataan mengenai hukuman mati bagi koruptor seperti yang terdapat dalam video tersebut.

Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya meminta Presiden Prabowo menerapkan hukuman mati bagi koruptor berstatus hoaks.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dasco Panggil Sejumlah Menteri ke DPR, Bahas Konflik Agraria
• 10 jam lalu
0
thumb
Sidang Perdana Kuota Haji, KPK Bongkar Peran Eks Menag Yaqut dan Bos Maktour
• 11 jam lalu
0
thumb
Liverpool Resmi Pinjam Ronald Araujo dari Barcelona Semusim Penuh
• 18 jam lalu
0
thumb
Heboh Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran, Ingatkan Pesan Ustaz Adi Hidayat soal Hukum Miras dalam Islam
• 15 jam lalu
0
thumb
Ogah Damai, Lesti Kejora Ungkap Alasan Tetap Lanjutkan Kasus Penyebar Hoaks Perselingkuhan Rizky Billar
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.