BMKG: Efek El Nino, Sumsel Makin Kering hingga September

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino berstatus kuat menyebabkan kondisi Sumatra Selatan (Sumsel) semakin kering. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus–September 2026.

"Kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, di Palembang, Selasa, 11 Agustus 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Dampak El Nino, Warga Lebak Berjalan Kaki 5 KM Demi Air Bersih
Selain El Nino, lanjutnya, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan turut memengaruhi kondisi cuaca di Sumsel. Fenomena tersebut menyebabkan pasokan hujan ke wilayah Sumatra berkurang sehingga kondisi kering semakin terasa sejak Juni, Juli, hingga awal Agustus.

"Untuk puncak musim kemarau di Sumsel diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," jelas dia.

Pihaknya juga memperkirakan penguatan El Nino dapat berdampak terhadap mundurnya awal musim hujan di Sumsel. Sebab, berdasarkan kondisi normal, awal musim hujan seharusnya mulai terjadi pada pertengahan Oktober.


Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.

Namun, apabila El Nino berkembang dengan intensitas sangat kuat, awal musim hujan berpotensi mundur hingga akhir Oktober atau awal November.

"Harusnya pertengahan Oktober kita sudah masuk awal musim hujan. Namun, dengan El Nino yang intensitasnya sangat kuat, ada potensi awal musim hujan mundur ke akhir Oktober atau bahkan awal November," kata Wandayantolis.

BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode Agustus dan September, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengapa Bekas Menag Yaqut Didakwa Merugikan Negara Rp 622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji?
• 1 jam lalu
0
thumb
Menkeu Purbaya soal Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI: Bagus, Saya Cukup Dekat
• 16 jam lalu
0
thumb
HUT RI Ke-81, DPC Gerindra Surabaya Anjangsana Janda Veteran di Sawahan dan Genteng
• 15 jam lalu
0
thumb
Integrasi Satusehat-Siak, Akte Kelahiran Terbit Setelah Bayi Lahir
• 4 jam lalu
0
thumb
OJK Harap MSCI Segera Cabut Freeze Saham RI, Rebalancing Tak Signifikan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.