Tegaskan Zero Tolerance Keracunan MBG, Kepala BGN: Aspek Keamanan Tidak Bisa Ditawar

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan kepada jajarannya untuk menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono menuturkan, harus ada penguatan pelayanan, pengawasan serta kolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.

"Aspek keamanan pangan merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan MBG," tegas Sudaryono kepada jajarannya seusai Rapat Pimpinan BGN, dikutip dari keterangan pers, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Keracunan MBG di Blora, Hasil Lab Temukan E Coli pada Makanan dan Air

Eks Wakil Menteri Pertanian tersebut menuturkan, pemenuhan gizi bagi masyarakat harus berjalan seiring dengan jaminan keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.

Karena itu, BGN terus meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya risiko keracunan.

Pengawasan tersebut itu membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari penyelenggara program hingga sekolah, guru, peserta didik, dan pihak terkait lainnya.

"Insya Allah kami, Badan Gizi Nasional, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik," ujarnya.

Baca juga: 400 Warga Pandeglang Diduga Jadi Korban Rekrutmen Relawan Dapur MBG

Dia menegaskan, kepatuhan terhadap ketentuan konsumsi makanan termasuk memastikan makanan dikonsumsi dalam batas waktu yang telah ditentukan, menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah risiko yang tidak diinginkan.

BGN mengingatkan peserta didik agar tidak membawa pulang makanan MBG untuk dikonsumsi di rumah karena berisiko terhadap potensi keracunan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kondisi dan kualitas makanan setelah berada di luar pengawasan penyelenggara tidak dapat dipastikan, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan.

Sudaryono menegaskan, MBG bukan sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan rasa aman kepada seluruh penerima manfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AHY Telat ke Acara Pramono, Minta Maaf Tidak Bisa Ngebut karena Pengawalan Tak Lagi "Teot-teot"
• 10 jam lalu
0
thumb
MUI soal Challenge Hafal Quran Bonus Miras: Rendahkan Kesucian Al-Quran
• 15 jam lalu
0
thumb
Sidang Yaqut, 313 Penyelenggara Ibadah Haji Disebut Memperkaya Diri Rp 478 Miliar
• 11 jam lalu
0
thumb
Gus Yaqut Didakwa Terima Rp 4,8 M Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp 622 M
• 13 jam lalu
0
thumb
Dedi Congor Jadi Tersangka Gratifikasi yang Diusut Kortas Tipikor Polri
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.