JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung karena terlambat menghadiri acara Jakarta Asset Forum and Expo (JAFEX) 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Acara tersebut seharusnya dimulai pukul 11.00 WIB. Namun, AHY baru tiba sekitar pukul 11.35 WIB.
Saat memberikan sambutan, AHY menjelaskan sebelum menghadiri JAFEX 2026, dia menghadiri acara Indo Water 2026 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Setelah itu, ia langsung menuju lokasi JAFEX 2026.
Baca juga: JIS Ada Konser, Pramono Tawarkan 2 Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026 ke Erick Thohir
AHY mengatakan perjalanan menuju lokasi acara tidak bisa ditempuh dengan cepat karena kendaraan pengawalan pejabat kini tidak lagi menggunakan suara sirene dan strobo untuk membuka jalan.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Pramono yang hadir dalam acara tersebut.
“Mohon maaf yang pertama, Pak Gubernur, sekali lagi tadi saya berusaha untuk ngebut tapi enggak mungkin karena enggak boleh lagi ada teot-teot, enggak boleh lagi ada yang membuat masyarakat menjadi tidak nyaman,” kata AHY dalam acara JAFEX 2026, Selasa.
AHY mengatakan dia memang berusaha mengejar waktu setelah menghadiri pembukaan Indo Water 2026.
Bicara soal Air BersihDalam sambutannya, AHY menyebut terdapat perwakilan dari sekitar 30 negara yang hadir dalam Indo Water 2026.
Menurut dia, pembahasan mengenai air juga penting bagi Jakarta, terutama dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga.
Baca juga: Pramono Ungkap Kendala RDF Rorotan Belum Beroperasi Penuh
“Hadir sejumlah sahabat-sahabat dari berbagai korporasi dan perwakilan pemerintah negara sahabat, ada 30 negara, dan tentu berbicara air juga sangat penting dan pasti Jakarta juga fokus pada solusi air bersih bagi setiap warganya,” kata dia.
Jakarta Menuju Kota GlobalDalam kesempatan tersebut, AHY mengapresiasi pelaksanaan JAFEX 2026. Menurut dia, forum tersebut dapat mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga mitra pembangunan untuk membahas pemanfaatan aset daerah.
AHY berharap Jakarta dapat terus berkembang menjadi kota global yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menilai Jakarta perlu mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan penduduk perkotaan yang terus meningkat.
Menurut AHY, pembangunan kota tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga pengelolaan wilayah yang baik.
Baca juga: Pramono Targetkan Sampah Jakarta Bisa Diolah 100 Persen pada 2028
“Prosperity dan sustainability harus diperjuangkan dalam satu tarikan napas yang sama,” ujar AHY.






Komentar (0)