REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemandu acara atau MC booth merek minuman beralkohol Newport meminta maaf terkait insiden challenge hapalan surat Ad Duha dalam sebuah event musik di Jakarta yang digelar The Sounds Project, belum lama ini.
Dalam unggahannya di Thread lewat akun @aqueer_ sosok yang mengaku bernama Ega itu mengaku sadar tidak mampu mengontrol aksi spontan pengunjung. Menurut Ega, ada seorang audiens yang mengenakan atasan putih mengambil alih micnya. Dia pun langsung memberikan sayembara untuk melafazkan surah kepada pengunjung lain dengan imbalan tertentu.
Baca Juga
Tolak 15 Klausul BoP, Eks Jenderal Zionis: Israel Ingin Gaza Tetap Hancur Hingga Generasi ke Depan
Terungkap Warga Semakin Enggan Tinggal di Israel, Animo Eksodus Semakin Meningkat
Rawat Pasien Kanker Asal Gaza, Dompet Dhuafa dan KHCF Perkuat Kemitraan
Mengetahui terjadinya sayembara itu, Ega mengaku lalai untuk mengambil alih mic. Dia pun menyadari jika pada dasarnya, MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang ditentukan oleh brand. Aksi ini mendapat sorotan luas dari publik mengingat challenge tersebut dilakukan untuk mendapatkan minuman keras.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebelumnya diberitakan, seorang pengunjung festival musik membagikan pengalamannya di media sosial saat melihat sebuah booth minuman yang mengadakan challenge hafalan surah Ad-Duha dengan hadiah sebotol minuman.
Rekaman video itu pun viral di media sosial dan menuai banyak kritik. Penggunaan ayat suci Alquran dinilai tidak etis untuk dijadikan alat promosi seperti itu.
Video itu viral setelah seorang pengguna dengan nama akun @jarrkojarr menceritakan pengalamannya saat sedang berada di event The Sound Project.
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad-Duha dapet satu botol”. Kalian becanda? Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tapi Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit," kata dia.
Ilustrasi minuman keras (miras). - (Republika/Thoudy Badai)
Komentar (0)