Pemerintah mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di tengah ancaman El Nino kuat. Sebanyak 43 helikopter disiagakan untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengatakan enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Yang kita waspadai memang ada pada enam provinsi itu, yaitu mulai dari Riau, kemudian Jambi, Sumatera Selatan, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Dan itu pun sudah kita kendalikan sampai dengan saat ini," kata Djamari di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Djamari mengatakan pemerintah terus memantau kondisi di enam provinsi tersebut. Sebab, cuaca saat ini berpotensi menyebabkan bisa meluas secara cepat kebakaran.
Pemerintah juga mengerahkan kekuatan udara untuk mendukung penanganan karhutla. Satgas Udara mengerahkan sekitar 43 helikopter hingga hari ini.
"Sebagai catatan, dalam pelaksanaan operasi udara yang dilakukan oleh Satgas Udara, kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini," ujarnya.
Selain helikopter, pemerintah menyiapkan pesawat fixed-wing sebanyak 10-15 unit sesuai kebutuhan. Operasi darat juga dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan.
Siapkan Operasi Modifikasi CuacaDjamari mengatakan operasi udara dinilai efektif untuk menangani karhutla, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menghasilkan hujan buatan. Namun, OMC hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan hujan.
"Operasi udara sebetulnya sangat efektif, menimbulkan hujan buatan yang dilakukan oleh BNPB. Itu yang paling efektif," kata Djamari.
"Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita harus menemukan ada awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," sambungnya.
Pemerintah pun akan memantau perubahan cuaca. Jika terdapat awan hujan, operasi modifikasi cuaca akan segera dilakukan.
Djamari menyebut berdasarkan perkiraan, hingga 18 Agustus terdapat tiga atau empat hari yang berpotensi muncul awan hujan.
"Semoga kita berharap dalam minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus yang akan datang kita menemukan awan hujan sehingga kita bisa menggunakan OMC," tuturnya.
(bel/lir)






Komentar (0)