Menhut Sebut Prabowo Dukung Penuh Upaya Restorasi Ekosistem di Indonesia

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap upaya restorasi ekosistem di Indonesia. Dia mengatakan langkah tersebut sebagai modal penting pemerintah mempercepat pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi.

Dilansir Antara, Selasa (11/8/2026), pernyataan itu disampaikan Menhut Raja Juli Antoni saat menghadiri peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, Senin, yang digelar bersama jajaran Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut.

"Saya berterus terang, saya pribadi merasa mendapat dukungan yang luar biasa dari Pak Presiden untuk ruang melakukan restorasi ekosistem ini," kata Raja Juli.

Baca juga: Karhutla Bromo Meluas, Komisi IV DPR Minta SOP Penanganan Diperbaiki

Dia menjelaskan bahwa komitmen kuat Presiden Prabowo dalam pemulihan lingkungan bahkan telah ditegaskan secara terbuka di tingkat internasional saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.

Dalam forum dunia tersebut, lanjutnya, Presiden menyatakan komitmen Indonesia untuk memulihkan degraded land atau lahan kritis nasional yang luasnya mencapai 12 juta hektare, di mana 6,7 juta hektare berada di kawasan hutan dan 1,27 juta hektare di antaranya merupakan areal konservasi.

Selain komitmen restorasi lahan kritis, bentuk dukungan konkret Presiden Prabowo juga ditunjukkan melalui pemenuhan dan penambahan jumlah personel Polisi Hutan (Polhut) untuk memperkuat pengawasan di kawasan konservasi.

Penambangan anggota Polhut tersebut ditargetkan dapat mencapai 21 ribu personel atau setidaknya membuka penambahan 3.000 personel baru dalam waktu dekat.

Baca juga: Prabowo Minta Aparat Ikut Gerakan Indonesia ASRI: Jangan Jadi Jenderal Salon

Raja Juli mengakui bahwa restorasi ekosistem ini tidak mudah, apalagi negara memiliki keterbatasan anggaran untuk melakukan semua yang ditargetkan dalam skala besar secara mandiri, tetapi hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti atau bersikap pesimistis.

"Sebagai policymaker dan regulator, negara memiliki keterbatasan. Banyak ruang lain yang masih bisa kita exercise, salah satunya membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang berniat baik," ujar Raja Juli.




(maa/maa)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga On The Road Suzuki Fronx Agustus 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Kejagung Panggil 16 Saksi Kasus MBG Hari Ini, dari Direktur Perusahaan hingga Ketua Yayasan
• 20 jam lalu
0
thumb
KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 M
• 11 jam lalu
0
thumb
1.147 Personel Paspampres Dikerahkan Kawal Perayaan HUT Ke-81 RI
• 14 jam lalu
0
thumb
Mario Aji Buka Suara usai Gagal Impresif di Moto2 Inggris 2026, Akui Beruntung Tak Cedera
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.