Kawasan Industri Wiraraja Madura International resmi menjalin kerja sama strategis dengan Guangdong Asian Industrial Park dari Tiongkok. Kemitraan ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok regional sekaligus mempercepat relokasi investasi manufaktur di kaki Jembatan Suramadu, Kabupaten Bangkalan.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilangsungkan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dan disaksikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Kemitraan strategis ini akan meningkatkan konektivitas investasi di Kabupaten Bangkalan melalui skema penerimaan investasi berbasis klaster. Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada klaster industri poliester, perlengkapan rumah tangga, hingga sektor padat karya.
Baca Juga :
KEK Industropolis Batang Perluas Peluang Investasi Global di RusiaMasuknya investasi berskala besar ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat rantai pasok global, tetapi juga memacu pertumbuhan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta menyerap ribuan tenaga kerja di Pulau Madura.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Akhmad Maruf, menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik dan peluang yang sangat besar sebagai tujuan utama investasi asing.
"Kami di Himpunan Kawasan Industri terus melakukan ekspansi. Memang ada sejumlah hambatan regulasi yang harus disinkronkan antara pemerintah daerah dan pusat. Namun, saya yakin kita bisa mengatasi hal tersebut dan Indonesia tetap menjadi tempat tujuan investasi yang menjanjikan," ujarnya dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Jumat 7 Agustus 2026.





Komentar (0)