-
-
-
-
-
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum lama ini mengungkapkan fakta menarik soal penduduk Indonesia. Ternyata, mayoritas penduduk Indonesia berzodiak Cancer.
Dalam acara Rakornas Dukcapil di YouTube Dukcapil Kemendagri, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menjelaskan bahwa berdasarkan datang, penduduk Indonesia saat ini terbanyak berzodiak Cancer.
"Yang terbanyak kalau melihat jumlah ini adalah Cancer. Tadi kan baru setengah tahun di bulan Januari, kalau Januari kan berarti ini. Tapi kalau satu tahun jumlah penduduk kita Cancer. Cancer bintangnya, tapi jangan sampai penyakitnya, zodiaknya. Disusul Taurus, Gemini dan sebagainya," kata Teguh Setyabudi.
Disebutkan bahwa penduduk Indonesia yang berzodiak Cancer mencapai 34.784.044 Penduduk. Lalu selanjutnya ada Taurus yang mencapai 26.494.898 Penduduk, dan Gemini dengan 26.081.653 Penduduk.
Berikut adalah zodiak penduduk Indonesia di tahun 2026:
Cancer (21 Jun-22 Jul) 34.784.044 PendudukTaurus (20 Apr-20 Mei) 26.494.898 PendudukGemini (21 Mei-20 Jun) 26.081.653 PendudukCapricorn (22 Des-19 Jan) 25.923.863 PendudukLeo (23 Jul-22 Agu) 24.955.745 PendudukAries (21 Mar-19 Apr) 23.589.938 PendudukPisces (19 Jan-20 Mar) 22.531.343 PendudukVirgo (23 Agu-22 Sep) 22.113.829 PendudukLibra (23 Sep-22 Okt) 21.898.732 PendudukSagitarius (22 Nov - 21 Des) 20.760.803 PendudukScorpio (23 Okt-21 Nov) 20.533.945 Penduduk
Aquarius (20 Jan - 18 Feb) 20.456.280 Penduduk
Bukan hanya itu, Teguh juga mengungkap ada lebih dari 129 ribu penduduk Indonesia yang lahir pada 29 Februari. Artinya, mereka hanya memiliki tanggal ulang tahun yang sama setiap empat tahun sekali saat tahun kabisat.
"Yang menarik ada lebih dari 129 ribu penduduk kita yang tidak pernah ulang tahun adanya empat tahun, ulang tahunnya empat tahun sekali. Dia lahir 29 Februari, dia ulang tahunnya empat tahun sekali, ada 129 ribu lebih," katanya.
Selain soal tanggal lahir, Dukcapil sempat membahas keunikan nama penduduk Indonesia. Menurut Teguh, meski nama yang diawali huruf vokal seperti O atau U masih cukup banyak ditemukan, namun ada pula warga yang memiliki nama berawal huruf seperti X.
"Yang menarik juga kalau huruf hidup vokal O, V, dan sebagainya wajar, tapi penduduk kita juga ada yang diawali dengan X. Ada yang Q. Kalau O banyak lah, U juga banyak. Itu sangat jarang di kita," paparnya. (ND)






Komentar (0)