Pantau - Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan serangan Israel terus berdampak pada sektor pendidikan di Gaza dan Tepi Barat, termasuk menyebabkan seorang siswa terluka, penghancuran sekolah, serta meningkatnya ancaman terhadap fasilitas pendidikan Palestina.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan seorang siswa kelas enam terluka akibat tembakan saat berada di dalam tenda ruang kelas di Gaza City pada Selasa (4/8) dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.
OCHA juga melaporkan bahwa pada Senin (3/8), pasukan Israel merobohkan rumah-rumah dan sekolah terakhir yang masih tersisa di sebuah kompleks pendidikan di Beit Lahia yang sebelumnya memiliki empat sekolah.
Sekolah dan Tempat Pengungsian TerdampakOCHA menjelaskan pasukan Israel bergerak maju ke kawasan tersebut, menghancurkan tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung hampir 12 keluarga di halaman sekolah, serta memasang penanda yang mengindikasikan perluasan wilayah dengan pembatasan akses.
Menyusul kejadian itu, mitra-mitra kemanusiaan segera memobilisasi bantuan bagi para pengungsi.
Di Tepi Barat, OCHA menyebut otoritas Israel merobohkan sebagian bangunan sekolah di kawasan Masafer Yatta, Hebron selatan, yang menjadi tempat tinggal lebih dari 1.000 warga Palestina yang berada di bawah tekanan untuk meninggalkan wilayah tersebut.
OCHA menambahkan lebih dari 80 sekolah Palestina di seluruh Tepi Barat saat ini terancam dibongkar atau telah menerima perintah terkait.
Pendanaan Pendidikan Masih Sangat TerbatasOCHA menyatakan sepanjang tahun ini para mitra di sektor pendidikan telah menjangkau lebih dari 60.000 siswa di Tepi Barat melalui program pembelajaran remedial untuk mengejar ketertinggalan.
Selain itu, sebanyak 30 sekolah telah direhabilitasi, perlindungan diberikan kepada lebih dari 2.600 siswa dan tenaga pendidik di wilayah berisiko tinggi, serta bantuan tunai khusus sektor pendidikan, dukungan psikososial, dan bantuan hukum turut disalurkan.
Namun, OCHA menyatakan pendanaan untuk sektor pendidikan masih sangat minim karena baru lebih dari 10 persen kebutuhan dana yang berhasil diamankan sepanjang tahun ini.





Komentar (0)