Luhut Sebut Dukcapil Jadi Kunci Transformasi Digital Pemerintah, Dorong Layanan Publik Berbasis AI

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri memegang peran penting dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan Indonesia. Menurutnya, integrasi data kependudukan menjadi fondasi utama untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut saat memberikan keynote speech bertajuk Kebijakan Nasional Digital Public Infrastructure (DPI) dan Percepatan Transformasi Digital Pemerintah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :
Lampaui Target Kinerja 2025, Layanan Data Kependudukan Dukcapil Terus Terintegrasi
Pangkas Birokrasi, Kemendagri Bakal Luncurkan Akta Kelahiran Digital-Kirim Langsung ke Email

Di hadapan para kepala daerah, kepala dinas Dukcapil se-Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya, Luhut menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan apabila Indonesia ingin menjadi negara maju.

Dukcapil Jadi Fondasi Layanan Publik Digital

Luhut mengatakan seluruh layanan publik saat ini semakin bergantung pada data kependudukan yang dikelola Dukcapil. Karena itu, ia menilai peran Dukcapil sangat strategis dalam membangun sistem pemerintahan digital yang terintegrasi.

"Dukcapil memainkan peranan yang sangat hebat dalam transformasi digital pemerintah. Seluruh layanan publik sekarang terhubung dengan data Dukcapil," ujar Luhut.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas kinerja Direktorat Jenderal Dukcapil yang dipimpin Teguh Setyabudi.

"Saya bilang ke Pak Tito, Dirjen Anda ini sangat keren. Seluruh layanan publik semuanya sekarang terhubung dengan data Dukcapil," katanya.

Digital Single ID Jadi Tulang Punggung GovTech

Menurut Luhut, data kependudukan menjadi fondasi penyempurnaan sistem Government Technology (GovTech) nasional.

Pemerintah saat ini tengah mengembangkan Digital Single ID yang mengintegrasikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), data biometrik, dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui sistem tersebut, setiap warga nantinya hanya memiliki satu identitas digital yang aman dan dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan pemerintah maupun sektor swasta.

Luhut mengungkapkan sekitar 98 persen penduduk dewasa Indonesia telah melakukan perekaman biometrik, sementara 20,5 juta penduduk telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Baca Juga :
DPR Soroti Pentingnya Adminduk untuk Semua Layanan Publik, Palangka Raya Dinilai Siap Perluas Identitas Digital
Qodari: Program MBG Bakal Terus Jadi Investasi Terbaik untuk Jemput Indonesia Emas 2045
Pemerintah Perkuat Pemanfaatan IKD untuk Penyaluran Bansos yang Lebih Tepat Sasaran

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kue Kecil Daerah Penghasil Nikel, Cerah Gulirkan Usulan Rombak Formula DBH
• 8 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Dunia Stagnan, Pasar Tunggu Perkembangan Perundingan AS-Iran
• 17 jam lalu
0
thumb
Lewat Turnamen Golf, KADIN DIY Pertemukan Pelaku Usaha hingga Kenalkan Bekalista
• 6 jam lalu
0
thumb
Kalimat yang Diucapkan Orang High Class saat Mengakhiri Percakapan Menurut Psikolog
• 5 jam lalu
0
thumb
MBG Investasi Jangka Panjang Tingkatkan Kualitas Generasi Muda, BGN Terus Lakukan Pembenahan
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.