Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Vini memproduksi kue sarmut yang berbahan dasar talas menjadi produk khas bagi usahanya.

Produk khas sebagai identitas usaha didapati Vini saat menjadi peserta dalam program yang digagas YIS yakni Desa Emas.

Dalam program Desa Emas itu, dia menyadari pentingnya memiliki produk khas yang dapat menjadi identitas usaha.

Kesempatan itu datang ketika mengikuti program pangan lokal yang mendorong pemanfaatan talas komoditas unggulan Bogor.

Berbagai percobaan dilakukan untuk mengolah tepung talas menjadi produk yang memiliki cita rasa berbeda. 

Setelah melalui proses yang panjang, Vini menemukan formulasi yang cocok dengan mengombinasikan tepung talas dan kue karamel sarang semut.

Awalnya, produk ini kurang mendapat perhatian karena dianggap sebagai kue tradisional biasa. 

Namun melalui strategi pembagian sampel kepada pelanggan, Kue Sarmut mulai dikenal dan diterima pasar.

Kini produk tersebut menjadi salah satu oleh-oleh khas Cigombong dan dijual sekitar Rp60.000 per boks.

Berkat konsistensinya mengembangkan produk berbasis talas, Vini beberapa kali dipercaya mewakili Kabupaten Bogor dalam pameran tingkat nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Saat ini, kapasitas produksi Riva Cake mencakup sekitar 20 jenis kue basah, lapis talas, serta Kue Sarmut yang mampu diproduksi hingga puluhan boks setiap hari.

Tidak hanya fokus mengembangkan usaha sendiri, Vini juga membangun komunitas Riva Baking Class (RBC) yang menjadi wadah berbagi ilmu bagi pelaku usaha kuliner.

Komunitas yang dirintis sekitar lima tahun lalu itu kini memiliki lebih dari 120 anggota yang berasal dari Bogor, Tangerang, hingga Jakarta.

Melalui kelas tersebut, peserta belajar membuat berbagai produk makanan, mulai dari roti, bagelan, dimsum, hingga produk frozen food.

Beberapa anggota bahkan berhasil mengembangkan usaha sendiri setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Bagi Vini, keberhasilan tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan membantu orang lain berkembang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ASDP siaga cuaca ekstrem Selat Bali demi keselamatan penyeberangan
• 9 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sahkan Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai Kemhan
• 14 jam lalu
0
thumb
DPR minta pemerintah tak kendurkan pemberantasan judol
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Tindak Pembukaan Jalan Ilegal di TNBBS, Alat Berat Disita
• 4 jam lalu
0
thumb
BGN Pertimbangkan Pakai Gereja Siapkan MBG di Wilayah Rawan Konflik, Dikawal TNI dan Polri
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.