ASDP siaga cuaca ekstrem Selat Bali demi keselamatan penyeberangan

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di Selat Bali melalui pengawasan operasional dan penerapan prosedur keselamatan demi menjamin keamanan penyeberangan bagi seluruh pengguna jasa.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap layanan penyeberangan," kata General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Menyikapi angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa waktu terakhir, ASDP menerapkan langkah antisipatif dengan menyesuaikan operasional penyeberangan berdasarkan kondisi cuaca di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satpel Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG dan Kepolisian, termasuk penundaan sementara operasional pada waktu tertentu demi menjamin keselamatan pengguna jasa dan awak kapal.

Dia menegaskan setiap keputusan operasional didasarkan pada rekomendasi cuaca maritim dari BMKG dan hasil koordinasi dengan seluruh otoritas terkait, bukan kebijakan sepihak operator.

"Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran," ujarnya.

Ia menjelaskan penyesuaian operasional bersifat dinamis mengikuti perkembangan kondisi cuaca di lapangan. Layanan penyeberangan akan kembali dibuka segera setelah kecepatan angin dan tinggi gelombang berada dalam batas aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kepastian keberangkatan.

Baca juga: ASDP batalkan seluruh pelayaran dari Kupang akibat cuaca buruk

Baca juga: PT PAL dan ASDP sinergi pemeliharaan armada guna dukung konektivitas

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, ASDP terus memperkuat koordinasi lintas instansi melalui pemantauan cuaca maritim secara berkala bersama BMKG agar potensi cuaca ekstrem dapat dideteksi sedini mungkin dan keputusan operasional dapat diambil secara cepat serta tepat.

Untuk mengurangi dampak terhadap distribusi logistik, ASDP juga mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan yang belum dapat menyeberang.

Setelah cuaca membaik dan operasional kembali normal, ASDP akan mengoptimalkan penambahan armada guna mempercepat penguraian antrean kendaraan yang terbentuk selama masa penundaan.

Di sisi darat, koordinasi bersama Polres Banyuwangi terus dilakukan untuk mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan agar tetap tertib, aman dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan.

"Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif secara terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Upaya ini kami lakukan agar dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran layanan," jelas Arief.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan menuju pelabuhan.

Pengguna jasa, khususnya kendaraan logistik maupun masyarakat yang memiliki agenda penting, diharapkan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

ASDP juga memahami penundaan operasional dapat menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi pengguna jasa dan pelaku usaha logistik. Karena itu, dalam kondisi force majeure akibat cuaca ekstrem, tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan dibuka.

"Kami memohon pengertian seluruh masyarakat. Kebijakan ini semata-mata untuk melindungi keselamatan jiwa. Kami juga memastikan hak pengguna jasa tetap terlindungi karena tiket yang telah dibeli tetap dapat digunakan ketika layanan kembali beroperasi normal," ujar Arief.

Baca juga: ASDP beri kontribusi bagi pengembangan wilayah 3T

Baca juga: ASDP tegaskan dukung layanan perintis demi konektivitas wilayah 3TP


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kementerian ESDM Buka Peluang Penyesuaian Harga Pertamax di Tengah Gejolak Minyak
• 18 jam lalu
0
thumb
Jalan Nyaris Putus hingga Warga Buat Tandu Darurat, Marthen Natonis Perjuangkan Infrastruktur dan Ambulans Desa
• 12 jam lalu
0
thumb
JPU Perbaiki Dakwaan Dokter Tifa, Sidang Perkara Ijazah Jokowi Kembali Digelar 6 Agustus
• 18 jam lalu
0
thumb
Akhir Pelarian Pelaku Gembos Ban Penggasak Rp 1,2 Miliar, Dua Masih Buron
• 4 jam lalu
0
thumb
Allano Lima Gabung Bhayangkara FC setelah Dilepas Persija, Bentuk Duo Menyeramkan dengan Moussa Sidibe
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.