Bali menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia. Namun, di balik capaian itu, Pulau Dewata masih menghadapi tantangan besar yakni melahirkan lebih banyak entrepreneur agar generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Badung Tri Tonce Yusak Wibowo menilai perubahan pola pikir menjadi kunci agar potensi ekonomi Bali benar-benar dinikmati masyarakat lokal. Sektor pariwisata, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif hingga teknologi digital membuka peluang besar bagi anak muda untuk membangun usaha sendiri.
"Saya ingin anak-anak muda Bali memiliki keberanian menjadi bos di negeri sendiri, bukan hanya menjadi pekerja. Bali membutuhkan lebih banyak entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujar Yusak, panggilan akrabnya, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Dukung Upacara Baligia di Karangasem, Partai Perindo Turut Lestarikan Adat dan Budaya Bali
Baca Juga:Motif Keji Pria Bunuh Pacar lalu Buang Mayat ke Selokan di Kendal, Kesal Ditagih CincinBerdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Bali pada Februari 2026 tercatat 1,59 persen. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan berbagai program pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.Namun, kata Yusak, tantangan berikutnya adalah menumbuhkan keberanian generasi muda untuk membangun usaha sendiri sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. "Banyak masyarakat Bali yang masih berada pada posisi sebagai pekerja, padahal peluang untuk menjadi pengusaha terbuka sangat luas," katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Partai Perindo Kabupaten Badung menggagas Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK). Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha.
Lihat video: DPW Partai Perindo Bali Gelar Rapat Koordinasi & Konsolidasi PartaiMelalui GEBRAK, masyarakat akan memperoleh edukasi mengenai penyusunan peluang bisnis, manajemen usaha, strategi pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, hingga pendampingan membangun usaha secara berkelanjutan. Seluruh kegiatan mentoring dan konsultasi diberikan tanpa dipungut biaya.
Baca Juga:Sebut Ada Pihak yang ‘Goreng’ Isu untuk Destabilisasi, Dasco: Jangan Terprovokasi!"Selama ini masyarakat melihat partai politik hanya aktif menjelang Pemilu. Saya ingin mengubah paradigma itu. Partai politik harus hadir setiap hari untuk membantu masyarakat berkembang, meningkatkan kompetensi dan menciptakan generasi yang mandiri secara ekonomi," tutur Yusak yang juga anggota HIPMI Bali.
Dia berharap GEBRAK mampu mendekatkan generasi muda dengan dunia politik melalui pendekatan yang lebih produktif. Menurutnya, politik tidak semata-mata berbicara tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat."Melalui GEBRAK, kami ingin menunjukkan bahwa partai politik mampu memberikan manfaat nyata. Ketika masyarakat memperoleh ilmu, keterampilan dan kesempatan berkembang, maka kepercayaan terhadap politik akan tumbuh secara alami," ungkapnya.
Yusak menambahkan, perubahan bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, melalui GEBRAK, Partai Perindo Badung membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin belajar bisnis, memperoleh pelatihan, maupun menghadirkan mentor dalam kegiatan pengembangan kewirausahaan.
Baca Juga:Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal KopiDia pun mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik. Keterlibatan anak muda dalam politik diyakininya akan melahirkan pemimpin yang mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kemajuan masyarakat.
"Anak muda harus melek politik jika ingin berkembang. Generasi muda adalah investasi terbesar bangsa yang harus diperhatikan, dibimbing dan diberikan ruang untuk tumbuh. Politik yang sehat akan melahirkan pemimpin yang berkualitas, dan pemimpin yang berkualitas akan membawa kesejahteraan bagi rakyat," terangnya.





Komentar (0)