Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Ubah Mindset Petani Ganja Jadi Tanam Kopi

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Bogor -

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, mengatakan pihaknya berupaya memutus rantai narkoba tak hanya lewat penindakan hukum. Dia mengatakan BNN juga melakukan pendekatan sosial ekonomi.

"Pada bidang pemberdayaan masyarakat, BNN juga terus bekerja untuk memutus akar sosial ekonomi yang membuat sebagian masyarakat dalam lingkaran kerawanan narkotika," kata Suyudi dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan BNN dalam program Grand Design Alternative Development (GDAD). Salah satunya mengubah mindset masyarakat untuk tak lagi menanam tumbuhan ilegal.

Suyudi mengatakan program GDAD sudah dilakukan BNN sejak dipimpin Budi Waseso (Buwas). Kegiatan tersebut masih terus dilanjutkan sebagai upaya memutus akar masalah sosial ekonomi terkait aktivitas peredaran narkotika.

Baca juga: BNN Soroti Bandar Narkoba Punya Senjata: Jangan Sampai Seperti Meksiko-Brasil

"Di wilayah rawan kultifasi ganja seperti Gayo Lues Aceh, kami melaksanakan kegiatan GDAD. Ini di jaman Pak Buwas juga, kita lanjutkan hari ini," ucapnya.

Dia mengatakan program GDAD di Sumatera sempat terhenti karena terjadi bencana banjir besar. Namun, katanya, kini masyarakat sedang membangun kembali GDAD

"Pendekatan kami tidak berhenti pada pemusnahan tanaman ganja, tetapi dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komoditas lain yang legal dan produktif," ucapnya.

Suyudi mengatakan program ini juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dia mengatakan pemberantasan yang berkelanjutan harus mampu memutus mata rantai kejahatan sekaligus menghadirkan pilihan penghidupan yang bermartabat.

Baca juga: BNN Soroti Marak Liquid Vape Kandungan Etomidate Sasar Anak Muda

"Melalui program GDAD, BNN telah berhasil mengubah mindset masyarakat dari petani ganja menjadi petani kopi yang hasilnya punya nilai ekonomis sehingga dapat menyumbang PAD bagi pemerintah setempat," ucap dia.

Dia mengatakan upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak cukup hanya diukur dari berapa hektare tanaman ilegal dimusnahkan.

"Kita tidak sekadar mengedepankan pemberantasan dengan hasil, tetapi kita lebih bangga dan mersas menjadi sangat mulia apabila kita bisa mencegah dari hulunya," ucap dia.




(jbr/dhn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polemik Babinsa Awasi Pajak: TNI AD Tegaskan Bukan sebagai Penagih, Tak Ada Penugasan Baru
• 10 jam lalu
0
thumb
Gerindra Buka Suara soal Wacana Pembentukan Dewan Pengawas BGN
• 22 jam lalu
0
thumb
Bisnis Gaming Jadi Motor Utama Bukalapak, Ekspansi Global Lewat Joytify
• 8 jam lalu
0
thumb
Polrestabes Bandung Kerahkan 300 Personel Gabungan Patroli Malam Cegah Kejahatan Jalanan
• 13 jam lalu
0
thumb
KAI Jadikan Masukan Pelanggan Dasar Pengembangan Layanan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.