Berawal dari Kelas di Atas Perahu, Taman Anak Pesisir Kini Jadi Harapan Anak Kalibaru Jakut

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Deretan kapal nelayan bersandar di balik tanggul pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu (22/7/2026) sore.

Di antara deretan kapal tersebut, berdiri sebuah bangunan sederhana berbahan besi dan bambu yang menjorok ke arah laut.

Dari bangunan itu, sejumlah anak tampak keluar sambil membawa buku di tangan.

Tempat tersebut adalah Taman Anak Pesisir, ruang belajar yang selama ini menjadi tempat anak-anak pesisir belajar, bermain, dan mengembangkan kreativitas.

Baca juga: Cukup Gua yang Putus Sekolah, Tekad Aceng Gimbal Selamatkan Masa Depan Anak Pesisir Jakut

Namun, sebelum memiliki bangunan sederhana itu, kegiatan Taman Anak Pesisir justru bermula dari kelas-kelas kecil yang digelar di atas perahu, jembatan bambu, hingga tanggul di kawasan pesisir Kalibaru.

Pendiri Taman Anak Pesisir, Asep Maulana atau Aceng Gimbal, mengatakan kegiatan tersebut mulai dirintis pada 2019.

Awalnya, ia mengajak anak-anak di kawasan pesisir menyanyikan lagu-lagu nasional dan lagu anak setelah diundang tampil dalam sebuah acara di Kalibaru pada akhir 2018.

"Banyak juga anak-anak yang putus sekolah pada waktu itu kan, banyak yang belum bisa baca juga," jelas dia kepada Kompas.com, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Pria yang Ancam Pelatih Tinju di Kalibaru Jakut Ditangkap, Positif Narkoba

Berangkat dari keresahan itu, Aceng mulai membuka kelas membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Ia juga mendampingi anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali melanjutkan pendidikan.

"(Dulu) Kelas-kelasnya di perahu. Jadi gelar bedah buku kita gelar ya kadang di jembatan-jembatan bambu begini," ujar dia.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut mulai dikenal masyarakat.

Baca juga: Pelatih Tinju di Kalibaru Jakut Diancam Celurit Usai Lerai Dugaan KDRT

Bersama dukungan sejumlah rekannya, Aceng kemudian membangun tempat belajar sederhana yang hingga kini masih digunakan.

Menurut Aceng, sejak awal ia sengaja menerapkan pendekatan yang berbeda agar anak-anak tertarik datang ke Taman Anak Pesisir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baginya, membangun rasa senang dan kedekatan dengan anak-anak jauh lebih penting sebelum memberikan pelajaran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Sekuriti Halte Bundaran HI: Harga Diri Saya Diinjak-injak Usai Tegur Sopir Alphard
• 6 jam lalu
0
thumb
Ijtima Ulama Serahkan Rekomendasi kepada Prabowo di Puncak Harlah ke-28 PKB
• 1 jam lalu
0
thumb
Barcelona Dihantam Kabar Buruk, Hansi Flick Siapkan Skuat tanpa Frenkie de Jong di Awal Musim
• 3 jam lalu
0
thumb
Akui Kesabarannya Masih Setipis Tisu, Ivan Gunawan Getol Bangun Masjid demi Ketenangan Hidup
• 14 jam lalu
0
thumb
Jualan Influencer TikTok yang Viral dan Laris Meski Harganya Pricey
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.