KPK sita barang bukti senilai Rp9,06 miliar pada kasus Bupati Lombok Barat

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti senilai Rp9,06 miliar pada kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini alias LAZ.

"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim KPK juga turut mengamankan barang bukti, apabila ditotal (nilainya) kurang lebih Rp9,06 miliar ya," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Taufik menjelaskan barang bukti yang disita KPK terdiri atas uang tunai dari pencairan rekening milik Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman senilai Rp1,25 miliar, uang tunai di rumah Bendahara CV Dyas Karya Konstruksi senilai Rp20 juta, dan uang dalam rekening CV Dyas Karya Konstruksi senilai Rp489 juta.

"Kemudian, turut diamankan juga sertifikat, ini kepemilikan aset dari LAZ, senilai Rp2,75 miliar," katanya.

Selain itu, KPK juga menyita satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp1,2 miliar hingga kuitansi pembelian tanah milik istri LAZ senilai Rp3,3 miliar.

"Dari barang bukti tersebut, ini yang nanti akan dikembangkan dalam proses penyidikan berikutnya oleh tim penyidik," ujar Taufik.

Baca juga: KPK tetapkan Bupati Lombok Barat dan dua orang jadi tersangka korupsi

Baca juga: KPK sebut Bupati Lombok Barat LAZ terima Rp12,4 M dari praktik korupsi

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini pada 20 Juli 2026. Operasi tersebut menjadi yang ke-17 dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap 20 orang di Nusa Tenggara Barat dan Jakarta, serta membawa delapan orang di antaranya ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk diperiksa secara intensif.

Pada 21 Juli 2026, KPK menetapkan Lalu Ahmad Zaini dan Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman sebagai tersangka kasus dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.

Lembaga antirasuah juga menetapkan kedua orang tersebut beserta Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI) Alvonsus Gani sebagai tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: KPK: Bupati Lombok Barat diduga korupsi 32 paket proyek

Baca juga: Bupati Lombok Barat terima suap mobil Rp1,2 miliar hingga sapi kurban


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK: Bupati Lombok Barat Terima Suap Alphard, Hermes hingga Sapi Kurban
• 11 jam lalu
0
thumb
OPINI: Inflasi Beras dan Kemiskinan
• 21 jam lalu
0
thumb
Dari Korupsi Rp41,7 Miliar di Lombok Barat, Bupati Ahmad Zaini Diduga Nikmati Rp10,8 Miliar
• 5 jam lalu
0
thumb
5 Cara Mulai Investasi Reksadana Buat Pemula yang Masih Takut Rugi
• 21 jam lalu
0
thumb
Dorong Indonesia Emas 2045, Juda Agung Minta Jejaring Alumni Hadirkan Solusi Ekonomi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.