Ikatan Alumni University of Birmingham Indonesia (IA UoB) menggelar Global Alumni Gathering (GAG) 2026 di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas internasional guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Ketua Dewan Pembina IA UoB yang juga Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengatakan jaringan alumni perlu mengambil peran lebih besar dalam menghasilkan solusi bagi pembangunan nasional.
"Jejaring alumni tidak boleh berhenti sebagai ruang silaturahmi semata. Jejaring harus menjadi platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi berbasis pengetahuan serta memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Pertemuan ini bukan sekadar reuni, tetapi momentum memperkuat kolaborasi demi masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Mengusung tema "Creating an Inclusive Future Through Fiscal Innovation, Digital Economy, Quality Education, and Sustainable Development", GAG 2026 digelar sebagai ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, ketidakpastian ekonomi, percepatan transformasi digital, hingga perubahan iklim.
Forum ini juga menjadi wadah untuk menghubungkan kebijakan fiskal, ekonomi digital, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan nasional.
Ketua Umum IA UoB Redita Aliyah mengatakan keberagaman latar belakang para alumni menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan Indonesia.
"Global Alumni Gathering bukan sekadar ajang reuni, tetapi ruang untuk memperkuat jejaring, memperluas kolaborasi, dan menghimpun kontribusi nyata alumni bagi kemajuan Indonesia. Kami ingin membangun ekosistem alumni yang semakin inklusif, saling mendukung, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan bangsa," kata Redita.
Sementara itu, Ketua Panitia GAG 2026 Risky Ananda Lubis mengatakan forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong terbentuknya kemitraan strategis.
"Dengan mempertemukan akademisi, praktisi, pemangku kepentingan, entrepreneur, dan komunitas internasional, kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang saling menguatkan. Harapan kami, forum ini membuka peluang kemitraan strategis yang mampu menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi berkelanjutan bagi Indonesia," tutur Risky.
Forum tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia, dan International Maritime Organization Desra Percaya.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan komunitas global dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
Dalam sesi diskusi, sejumlah pembicara membahas isu strategis, antara lain penguatan pendidikan internasional, investasi sumber daya manusia, dan pengembangan ekonomi biru sebagai pilar pertumbuhan berkelanjutan.
Narasumber yang hadir meliputi perwakilan British Council Indonesia, LPDP, dan Hellenic-ASEAN Business Council (HABC).
Selain forum diskusi, IA UoB juga menjalankan program sosial di bidang pendidikan melalui kegiatan donasi buku dan mentoring bagi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 dan SRMA 10.
Baca Juga: Forum Pemred Kecam Sikap Hotman Paris terhadap Wartawan, Tegaskan Hormati UU Pers
Baca Juga: Di Forum PBB WSIS, Menkomdigi Tawarkan Model Transformasi Digital Indonesia yang Aman dan Beretika
Organisasi alumni tersebut juga menyerahkan plakat apresiasi kepada kedua sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Head of Public Relations Department IA UoB, Rheza Ariftha Gentha, berharap forum tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.
"Melalui Global Alumni Gathering 2026, kami ingin memperkuat posisi IA UoB sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan pengetahuan, jejaring global, dan aksi nyata bagi Indonesia. Kami berharap forum ini menjadi katalis lahirnya berbagai kemitraan, inovasi, dan program kolaboratif yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tutup Rheza.






Komentar (0)