DPR Minta Hasil Investigasi Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun Dibuka ke Publik

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta TNI Angkatan Darat membuka hasil investigasi ledakan Gudang Amunisi Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Madiun, Jawa Timur, kepada publik secara berkala. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat mengetahui perkembangan penyelidikan sekaligus mencegah munculnya spekulasi.

"Ya pertama saya pribadi menyampaikan bela sungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya personel kita di dalam kejadian yang semestinya ini tidak perlu terjadi dan juga kepada para korban. Kita juga sudah mendengar bahwa sudah dibentuk timnya dan tim ini juga sudah mulai bekerja mengumpulkan data mencari tahu titik persoalannya di mana. Harus ada penjelasan kepada publik secara berkala. Jadi dijelaskan kepada masyarakat apa hasil temuannya dan apa langkah-langkah yang akan diambil oleh TNI, baik Angkatan Darat secara khusus ataupun TNI secara umum tentang pengamanan sistem penyimpanan amunisi tersebut," kata Dave dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 17 Juli 2026. 

Dave menilai investigasi juga harus membandingkan peristiwa di Madiun dengan sejumlah ledakan gudang amunisi yang pernah terjadi sebelumnya. Dari situ dapat diketahui apakah penyebabnya berasal dari prosedur operasional, sistem penyimpanan, penanganan amunisi, atau faktor lainnya.

"Karena mengingat ini bukan hal yang kali pertama, sudah ada kejadian-kejadian sebelumnya. Jadi dibandingkan dengan kejadian yang sebelumnya, kesalahannya ada di mana, apakah dari sisi proseduralnya, penyimpanannya, atau penanganannya. Hal itulah yang harus digali," katanya.

Baca Juga :

Begini Kondisi 6 Prajurit Korban Terluka Ledakan Gudang Amunisi Madiun
Ia menegaskan apabila ditemukan kelemahan dalam standar operasional prosedur (SOP), maka TNI harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kalau memang ada kesalahan dalam SOP ya harus ada perbaikan dan juga harus ada tindak lanjut untuk pengamanan ke depannya," ucap Dave.

Lebih lanjut, Dave mengingatkan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus diimbangi dengan peningkatan sistem penyimpanan, perawatan, dan pengawasan amunisi.

"Jangan sampai kita melakukan modernisasi peralatan tempur yang sangat masif, akan tetapi penyimpanannya, perawatannya, dan pengawasannya tidak sejajar dengan pembeliannya. Ini semua harus dilakukan secara bersama-sama," tuturnya.

Ia juga meminta hasil investigasi diumumkan secara transparan kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar gudang amunisi TNI.

Diketahui, ledakan Gudang Amunisi Puspalad di Madiun terjadi saat personel melaksanakan pemeriksaan serta perawatan material amunisi. Tragedi tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI meninggal dunia dan enam personel lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini TNI Angkatan Darat masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko Airlangga Dijadwalkan Bertemu Menlu China Wang Yi Besok, Ini yang Akan Dibahas
• 5 jam lalu
0
thumb
Camat Klarifikasi Usai Video Dirinya Asyik Main Gim di Ruang Rapat DPRD Viral, Ini Katanya!
• 8 jam lalu
0
thumb
Penjagaan Polda Metro Diperketat Jelang Pelimpahan Don Ritto ke Jaksa
• 16 jam lalu
0
thumb
Bappeda Sebut Kerugian Ekonomi Akibat Rob Pantura Jateng Capai Triliunan Rupiah
• 44 menit lalu
0
thumb
Kasus Suap Bea Cukai, KPK Terima Vonis 2 Tahun untuk Bos Blueray Cargo John Field
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.