Pertemuan tersebut merupakan rangkaian kelanjutan dari kunjungan kerja strategis Airlangga di Shanghai.
IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada esok hari, Sabtu (18/7/2026).
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian kelanjutan dari kunjungan kerja strategis Airlangga di Shanghai untuk mempererat kemitraan ekonomi, investasi, serta adopsi teknologi mutakhir antarkedua negara.
"Nah, selanjutnya juga saya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri (China) Wang Yi besok, dimana tentu kita akan berharap bahwa kerjasama akan terus berkembang," kata Airlangga dalam Konferensi Pers mengenai Update Penandatanganan Pendirian WAICO dan Pertemuan Bilateral RI-RRT, Jumat (17/7/2026).
Airlangga mengungkapkan bahwa agenda besok akan difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral yang lebih riil, termasuk perluasan akses teknologi bagi sektor usaha kecil di tanah air.
"Dan beberapa perusahaan juga sempat kami melakukan rapat ataupun berkunjung, termasuk ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Unitree, FiberHome, dan ke depan tentu dengan mengoptimalkan WAICO, kita bisa memperluas transfer of technology, dan juga membuka kesempatan agar UMKM kita juga memperoleh data dan kesempatan yang sama," kata Airlangga.
Sebelum rencana pertemuan dengan Menlu Wang Yi, Airlangga juga telah merampungkan rapat bilateral dengan Menteri Perdagangan China (MOFCOM), Wang Wentao, untuk mengevaluasi peta jalan kerja sama industri, perdagangan, serta kemitraan di sektor digital.
China dinilai sebagai mitra yang sangat strategis bagi Indonesia, dengan catatan nilai perdagangan tahun lalu menembus USD160 miliar, serta realisasi investasi langsung mencapai USD7 miliar dari China daratan dan USD10 miliar melalui Hong Kong.
Selanjutnya mengenai capaian kunjungan di Shanghai, Airlangga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bergerak atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang diputuskan dalam rapat terbatas pada 13 Juli lalu.
Pemerintah Indonesia resmi bergabung sebagai Anggota Pendiri (Founding Member) dalam deklarasi World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) di sela-sela ajang World Artificial Intelligence Conference.
Langkah ini menandai momentum bersejarah karena prosesi penandatanganan diawali lewat pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden China Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Indonesia menjadi bagian dari 29 negara pendiri awal, di mana dari kawasan ASEAN diwakili oleh lima negara yaitu Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia.
Keterlibatan aktif Indonesia dalam WAICO bertujuan strategis guna memastikan kaidah dan tata kelola implementasi AI di tingkat global berjalan secara inklusif, aman, tepercaya, beretika, serta berpusat pada manusia (human-centered policy). Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen menjembatani jurang pemisah digital (digital divide) agar lompatan teknologi dapat mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) PBB.
Optimisme perluasan alih teknologi yang dibawa Airlangga dalam pertemuan dengan para petinggi China didorong oleh besarnya potensi nilai ekonomi digital Indonesia. Nilai ekonomi digital domestik diproyeksikan melonjak dari USD130 miliar pada tahun ini menjadi USD366 miliar pada tahun 2030 mendatang.
Langkah ini juga berjalan linier dengan inisiatif Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di tingkat regional ASEAN yang ditargetkan dapat disahkan di bawah keketuaan Filipina tahun ini, guna mendongkrak ekonomi digital regional dari USD1 triliun menjadi USD2 triliun.
(Nur Ichsan Yuniarto)






Komentar (0)