Komisi XII: Tren Shifting ke BBM Subsidi Jadi Sebab Antrean SPBU

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Komisi XII DPR RI telah menerima laporan dari Pertamina Patra Niaga terkait masalah antrean di sejumlah SPBU daerah karena pasokan BBM. Dari laporan tersebut, penyebab hal itu terjadi adalah adanya tren peralihan masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Salah satu daerah yang mengalami permasalahan tersebut sebelumnya adalah Medan, Sumatera Utara.

“Terkait dengan antrean-antrean tersebut, mungkin disebabkan antara lain karena pertama adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi non-subsidi, beralih kepada BBM subsidi,” kata Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (16/7).

Ia juga sudah mendapat laporan stok BBM dari berbagai macam produk saat ini masih ada dalam kondisi cukup untuk kebutuhan masing-masing daerah.

Saat ini, Bambang juga sudah meminta Pertamina Patra Niaga agar segera mengoptimalkan operasional mereka. Ia juga meminta agar jam operasional SPBU sampai armada distribusi bisa ditingkatkan.

“Kami juga meminta kepada Pertamina Patra Niaga agar mereka di dalam waktu cepat segera untuk mengoptimalkan operasional mereka di dalam pelayanan kepada masyarakat. Menambah jumlah jam daripada operasi SPBU, kemudian juga terkait dengan armada transport itu dapat ditingkatkan, dapat ditambah jumlahnya, sehingga dengan demikian dapat segera menguraikan antrean-antrean yang ada,” ujarnya.

Dapat Optimal dalam 2 Hari

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, yang turut hadir juga menjelaskan bahwa pihaknya akan turut berupaya untuk menormalisasi situasi tersebut. Ia menarget situasi dapat kembali optimal maksimal dalam dua hari.

“Saat ini kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi dan paling lama 1 sampai 2 hari ke depan, insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali. Ini hanya masalah panic buying, ini hanya masalah kondisi yang kurang perhatian dari seluruh masyarakat yang sama-sama mengantre di SPBU-SPBU sekitarnya,” kata Wahyudi.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menyampaikan akan melakukan berbagai langkah agar tak terjadi kendala distribusi di tengah meningkatnya permintaan BBM non subsidi. Beberapa hal yang dilakukan adalah penambahan armada distribusi sesuai permintaan Komisi XII DPR RI.

“Kami di Pertamina Patra Niaga tentunya untuk merespons apa yang beberapa hari ini terjadi, yang sudah dan terus kami lakukan yaitu dengan penambahan armada untuk armada darat. Kemudian juga penambahan driver atau AMT-nya, karena memang kita harus beroperasi mungkin jam kerjanya lebih banyak. Kemudian penambahan jam operasi baik SPBU, kemudian juga pengiriman dari depot ke SPBU,” ujarnya.

Terkait pasokan, ia juga memastikan pasokan BBM nasional ada dalam kondisi aman. Pasokan BBM subsidi ada pada rata-rata kecukupan untuk 15 hari.

“Kalau stok untuk BBM nasional itu rata-rata di 14 sampai 40 hari, itu berbeda-beda ya karena ada yang mungkin sekarang pertalite dan biosolar rata-rata sekarang di 15 harian. 15 hari. Nah, ini yang kami tugas kami adalah untuk mengurai bagaimana itu sampai ke SPBU ini bisa lebih cepat karena di beberapa titik mungkin yang harus kami resolve itu secara segera supaya tidak terjadi antrean,” kata Taufik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Pertanyakan BAP Ahli Belum Diserahkan JPU: Ini Sudah Sidang Ketiga
• 5 jam lalu
0
thumb
Polri Perkuat Kamtibmas, Pecalang dan Ojol Bersatu Jaga Bali
• 6 jam lalu
0
thumb
Bahlil Guyon ke Nusron Pakai Kacamata Hitam karena Inggris Kalah dari Argentina
• 2 jam lalu
0
thumb
Menkop Bilang Tak Semua Koperasi Bisa Kelola Tambang: Yang Kelola Sawit Tak Harus Kopdes Merah Putih
• 22 jam lalu
0
thumb
Citra Tapak yang Terluka atas Nama Bahasa ”Langit” Hilirisasi
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.