Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melontarkan candaan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam acara peresmian proyek liquefied natural gas (gas alam cair) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Ia berguyon mengenai Nusron yang mengenakan kacamata hitam lantaran sedih tim andalannya, Inggris, kalah dari Argentina.
Bahlil awalnya menyapa Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengucapkan terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu untuk meresmikan proyek gas Masela. Ia menyebut masyarakat Maluku telah antusias menyiapkan sambutan kedatangan Prabowo di lokasi peresmian.
"Yang sama-sama kita hormati, Bapak Haji Prabowo Subianto. Bapak Presiden, kami menyampaikan ucapan terima kasih dari seluruh rakyat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Bahlil, seperti dilihat di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/7/2026).
"Saya begitu mendarat, balihonya dari bandara sampai di lokasi acara, Pak. Dan wajahnya hanya wajah Bapak Presiden. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat Kepulauan Tanimbar kepada Bapak Presiden, dan kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang berkenan melakukan peresmian groundbreaking," lanjutnya.
Bahlil lalu menyapa anggota kabinet yang hadir, salah satunya Nusron Wahid. Bahlil kembali melontarkan candaan bahwa Nusron mengenakan kacamata hitam karena bersedih setelah timnas Inggris kalah dari Argentina.
"Yang saya hormati menteri Kabinet Merah Putih. Bapak Presiden, kami melaporkan yang bersama-sama kami di Tanimbar sekarang adalah Menteri Bappenas. Ada Pak Nusron, Bapak Presiden, kacamatanya hitam. Mungkin karena Inggris kalah dari Argentina, sehingga dia sedih. Kemudian ada Kepala KSP hadir juga," ujarnya.
Ia juga menyapa Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Bahlil memuji Hendrik sebagai kader Gerindra yang dinilainya sangat cekatan.
"Yang kami hormati Gubernur Maluku, senior saya, Bapak Hendrik Lewerissa beserta jajaran Forkopimda. Ini Pak Hendrik ini kader Gerindra, ya? Jadi betul-betul paten betul Bapak Gubernur ini," ucapnya.
(eva/zap)






Komentar (0)