Said Iqbal Sebut Prabowo Minta Kasus 3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Jaktim Diusut Tuntas

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto meminta kasus tewasnya tiga pekerja di dalam gorong-gorong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, diusut tuntas.

Hal itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Moya Indonesia.

Menurut Said Iqbal, Presiden Prabowo tidak ingin kejadian serupa kembali terulang, terlebih proyek tersebut bernilai triliunan rupiah.

Baca juga: Disnaker DKI Dalami Penyebab Ledakan Galian Fatmawati yang Lukai Dua Pekerja

"Oleh karena itu Pak Presiden Prabowo berpesan pada saya, harus diusut tuntas kasus ini. Karena sebagai contoh enggak boleh lagi ada orang mati, orang meninggal, karena kelalaian dengan nilai triliunan proyeknya," ungkap Said Iqbal.

Selain meminta pengusutan menyeluruh, Said Iqbal juga menyoroti penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dalam proyek pembangunan pipa tersebut.

Namun, menurut dia, para pekerja diduga tidak memperoleh perlindungan yang semestinya dari PT Moya Indonesia.

Baca juga: Puslabfor Bawa Mesin Bor dari TKP Ledakan Fatmawati yang Lukai 2 Pekerja

"PT Moya ini dikuasai 95 persen sahamnya adalah saham Moya Singapura. Ini perusahaan asing, perusahaan besar ini. Khusus privatisasi. Lima persen saham dari PT Tamaris. Informasi sementara terafiliasi juga dengan grup usaha Salim," tutur Said Iqbal.

Ia juga menduga para pekerja yang tewas tidak mendapatkan perlindungan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Tidak ada perlindungan, patut diduga tidak ada perlindungan terhadap BPJS-nya. Karena Husin (salah satu korban) tercatat sebagai BPJS PT Railway Cina, itu loh apa, kereta cepat. Apa hubungannya ini dengan PT Moya," ucap Said Iqbal.

Selain itu, Said Iqbal menyoroti dugaan tidak diterapkannya standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek tersebut.

Baca juga: Luka Bakar di Wajah Korban dan Dugaan Kelalaian di Balik Ledakan Galian Fatmawati Jaksel

"Jadi patut diduga, PT Moya ini adalah melanggar Undang-Undang K3, menghilangkan nyawa manusia akibat kelalaian," kata Said Iqbal.

Sebelumnya, tiga pekerja proyek pipa air ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).

Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan, ketiga korban ditemukan setelah warga melaporkan adanya jasad di dalam gorong-gorong kepada polisi.

"Jadi ketika itu ada laporan dari masyarakat, sekitar jam 10.30, ditemukan tiga orang mayat di Jalan Raya Mabes Hankam depan shelter Transjakarta Pintu 3 Taman Mini," ucap Saut saat ditemui di lokasi, Kamis.

Baca juga: Wajah Terbakar akibat Ledakan Proyek Galian di Fatmawati Jaksel, Satu Korban Jalani Operasi Plastik

Saat polisi tiba di lokasi, proses evakuasi terhadap para korban telah dilakukan oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Dari tiga korban tersebut, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal China, sedangkan dua lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

"Jadi pas kami datang, mayat pertama diangkat, ternyata itu ada orang asing Warga Negara China. Kemudian, mayat kedua kira-kira selang setengah jam diangkat, WNI. Setengah jam kemudian lagi diangkat, WNI," jelas Saut.

Baca juga: 2 Pekerja Luka Imbas Ledakan Galian di Fatmawati Jaksel, Mitra PAM Jaya Tanggung Pengobatan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Saut, gorong-gorong tempat ketiga korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar tiga meter dan merupakan saluran pipa air bersih.

"Yang kami lihat itu ketika diangkat. Ketika diangkat ya, dengan menggunakan kaos, celana panjang, itu aja. Bahan yang lain atau alat perlengkapan safety mereka, saya enggak lihat," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Airlangga Lapor Prabowo, Kapal Nelayan Besar Minta Harga Solar Industri Khusus
• 5 jam lalu
0
thumb
Gunung Semeru Meletus Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
• 22 jam lalu
0
thumb
Logistik Dinilai Jadi Hambatan Terbesar Pemerataan E-Commerce di Indonesia
• 1 jam lalu
0
thumb
Reaksi Menteri PPPA Hadapi Kasus Remaja di Sampang Diperkosa 27 Orang
• 3 jam lalu
0
thumb
Amman Mineral Dikabarkan Bersiap Dual Listing di Hong Kong, Begini Kata Bos AMMN
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.