Amman Mineral Dikabarkan Bersiap Dual Listing di Hong Kong, Begini Kata Bos AMMN

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) disebut tengah mempertimbangkan dual listing atau pencatatan saham kedua di bursa Hong Kong. Berdasarkan laporan Bloomberg, perusahaan produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia itu sedang menjajaki penunjukan sejumlah bank untuk menangani rencana penawaran saham tersebut.

“Rincian termasuk besaran dan waktu pencatatan saham yang potensial tersebut masih dalam pembahasan,” kata sumber Bloomberg, dikutip Senin (13/7). 

Penulis Katadata  telah meminta konfirmasi ke Komisaris Utama Amman Mineral Agoes Projosasmito. Namun ia mengatakan saat ini perusahaan belum memiliki rencana eskpansi lanjutan. 

“Kami belum ada rencana apa apa,” kata singkat Agoes kepada Katadata.co.id, Senin (13/7) pagi. 

Apabila terlaksana, AMMN akan mengikuti jejak perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang telah lebih dulu mencatatkan sahamnya Juni lalu di Hong Kong Depositary Receipts (HKDR). EMAS dual listing melalui penjualan saham oleh pemegang saham senilai sekitar US$ 304 juta pada harga penawaran tertinggi.

Meski kinerja pasar saham Hong Kong masih tertinggal sepanjang tahun ini, bursa tersebut tetap menjadi tujuan utama aksi penggalangan dana. Nilai dana yang dihimpun dari penawaran saham mencapai hampir US$3 5 miliar. Termasuk pencatatan saham Luxshare Precision Industry Co., pemasok Apple Inc., senilai US$3,1 miliar pada pekan ini.

AMMN Menjadi IPO Terbesar di 2023

PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2023 silam. Amman Mineral menerbitkan 6,32 miliar saham biasa atau setara dengan 8,8 % saham ke publik. Harga penawaran sebesar Rp 1.695 setiap saham. Nilai penawaran umum perdana saham sebesar Rp 10,73 triliun menjadi IPO terbesar di Indonesia tahun 2023. 

IPO AMMN juga mencatat kelebihan permintaan atau oversubscription, pada porsi penjatahan terpusat (pooling), permintaan investor mencapai 13,6 kali dari saham yang tersedia dengan jumlah investor lebih dari 27.000 orang. Tingginya minat tersebut mendorong peningkatan alokasi pooling dari semula 2,5% menjadi 7,5% dari total saham yang ditawarkan dalam IPO.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO AMMN saat itu yakni PT BNI Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas.




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Dukung Pencegahan Penyelundupan Tanaman dan Satwa Liar di Tanjung Perak
• 2 jam lalu
0
thumb
Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Tim Gegana dan Densus 88 Lakukan Penyisiran
• 8 jam lalu
0
thumb
Menjajal Agresivitas Honda Vario Evo 160 yang Masih Andalkan Rangka eSAF
• 22 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa USU yang Diduga Lecehkan Puluhan Korban Mangkir dari Panggilan Kampus
• 7 jam lalu
0
thumb
Kapolri Bertemu Panglima TNI, Soliditas TNI-Polri Kembali Ditegaskan
• 25 menit lalu
0
Berhasil disimpan.