HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Timnas Argentina menjadi pusat kontroversi sepanjang perjalanan mereka ke semifinal Piala Dunia 2026.
Mulai dari fase grup hingga babak perempat final ada serangkaian keputusan wasit yang dianggap menguntungkan juara bertahan tersebut.
Sorotan tajam dari publik dan media sosial menimbulkan perdebatan sengit mengenai keadilan dalam pertandingan yang melibatkan Argentina.
Laga Melawan Aljazair dan AustriaDalam pertandingan pembuka melawan Aljazair, Lionel Messi menjadi sorotan setelah terlihat menginjak betis pemain lawan, Aissa Mandi. Namun, wasit tidak memberikan sanksi apapun, yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial karena dianggap berbeda perlakuannya dibandingkan insiden serupa yang berujung kartu merah bagi pemain lain.
Lebih lanjut, saat melawan Austria, gol pertama Messi memicu kontroversi karena wasit tidak meniup peluit pelanggaran setelah Alexis Mac Allister menjegal pemain Austria, Xaver Schlager. Gol tersebut tetap dihitung dan menambah ketegangan mengenai keputusan wasit.
Insiden di Babak 32 BesarDalam laga melawan Cape Verde, tiga insiden kontroversial terjadi sekaligus. Pertama, Messi menyepak bola tendangan bebas dengan terburu-buru saat kiper Vozinha sedang mengatur pagar betis. Kemudian, bola sempat menyentuh tangan Facundo Medina saat Cape Verde melakukan serangan balik, tetapi wasit tidak menganggapnya sebagai handball.
Selain itu, Nicolas Tagliafico yang baru selesai mendapatkan perawatan medis langsung masuk ke lapangan tanpa menunggu instruksi dari wasit.
Babak 16 Besar dan Perempat FinalLaga babak 16 besar melawan Mesir menjadi yang paling panas. Mesir sempat unggul 2-0, namun gol Mostafa Ziko dianulir melalui intervensi VAR karena pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.
Sementara itu, VAR tidak digunakan saat Alexis Mac Allister menarik baju Hamdy Fathy dan Julian Alvarez menjatuhkan Mohamed Salah di dalam kotak penalti. Argentina akhirnya berhasil melakukan comeback dan menang 3-2.
Kontroversi berlanjut di babak perempat final melawan Swiss. Awalnya wasit memberikan kartu kuning kepada Leandro Paredes setelah duel dengan Breel Embolo, namun setelah tinjauan VAR, kartu kuning dipindahkan kepada Embolo.
Karena sudah menerima satu kartu kuning sebelumnya, Embolo pun mendapat kartu merah sehingga Swiss harus bermain dengan 10 pemain.
Keputusan wasit dan VAR yang berulang kali menguntungkan Argentina menimbulkan perdebatan sengit dan sorotan tajam dari publik serta pengamat sepak bola.”






Komentar (0)