Iran Sebut Dua Kapal Tanker Terbakar Akibat Ranjau di Selat Hormuz, Klaim Cegat Drone MQ-1 Amerika Serikat

pantau.com
4 menit lalu
Cover Berita

Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dua kapal tanker terbakar setelah menabrak ranjau laut ketika berupaya melintasi Selat Hormuz pada Jumat (6/11/2026), sementara militer Iran juga mengeklaim berhasil mencegat sebuah pesawat nirawak MQ-1 milik Amerika Serikat (AS).

Menurut IRGC, kedua kapal tanker tersebut mencoba meninggalkan wilayah perairan Selat Hormuz melalui jalur yang dianggap tidak sah atau dilarang.

IRGC menuding kapal-kapal itu mematikan sistem navigasi dan identifikasi serta mendapat dukungan militer Amerika Serikat.

Selain insiden kapal tanker, Iran mengumumkan telah menggagalkan aktivitas intelijen AS di sekitar Pulau Qeshm, wilayah selatan Iran.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat yang telah mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Dua Kapal Tanker Terbakar setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

IRGC mengumumkan insiden kebakaran dua kapal tanker yang terjadi ketika kapal-kapal tersebut berusaha melintasi perairan Selat Hormuz.

Menurut pernyataan militer Iran, kedua kapal menggunakan jalur yang dinilai tidak sah atau dilarang untuk meninggalkan kawasan tersebut.

IRGC juga menyebut bahwa sistem navigasi dan identifikasi kedua kapal dalam keadaan tidak aktif ketika insiden terjadi.

"Dua kapal tanker, yang mematikan sistem navigasi dan identifikasi, dengan dukungan militer agresor Amerika, berupaya meninggalkan wilayah tersebut melalui rute yang dianggap tidak sah atau dilarang di Selat Hormuz. Kapal-kapal itu kemudian menabrak ranjau yang mengakibatkan kebakaran dan menghentikan laju kapal," demikian menurut pernyataan IRGC.

Akibat ledakan ranjau yang disebut IRGC, kedua kapal tanker mengalami kebakaran dan tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Pernyataan tersebut belum merinci identitas kedua kapal, negara asal, maupun jumlah awak yang berada di dalamnya.

Informasi mengenai korban atau kerusakan lebih lanjut juga belum disampaikan dalam laporan tersebut.

Militer Iran Klaim Berhasil Cegat Drone MQ-1 Amerika Serikat

Selain melaporkan kebakaran dua kapal tanker, IRGC mengumumkan pencegatan terhadap sebuah pesawat nirawak MQ-1 milik Amerika Serikat.

Militer Iran menyatakan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan aktivitas intelijen AS di sekitar Pulau Qeshm.

Pulau tersebut berada di wilayah selatan Iran, dekat kawasan perairan Selat Hormuz.

Iran mengeklaim berhasil menggagalkan aktivitas intelijen yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Namun, pernyataan yang dilaporkan belum menjelaskan secara terperinci cara pencegatan dilakukan maupun kondisi akhir pesawat nirawak tersebut.

Klaim mengenai pencegatan drone dan insiden kapal tanker itu berasal dari pihak militer Iran.

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Belum Berakhir

Insiden di Selat Hormuz terjadi ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat masih diliputi ketegangan akibat konflik militer sebelumnya.

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran.

Serangan tersebut memicu aksi balasan dari pihak Iran dan meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Meskipun intensitas konflik sempat mereda, perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat hingga kini belum terselesaikan.

Situasi tersebut menimbulkan risiko terjadinya kembali permusuhan di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz.

Gangguan Pelayaran Selat Hormuz Berdampak pada Pasokan Energi Dunia

Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menyebabkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting bagi pengiriman minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair ke pasar internasional.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berdampak pada distribusi energi dunia.

Ketegangan yang berlangsung juga telah mendorong kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.

Insiden dua kapal tanker yang dilaporkan terbakar serta klaim pencegatan drone AS menambah perkembangan keamanan di kawasan perairan strategis tersebut.

Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi kedua kapal tanker maupun perkembangan penanganan insiden tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Studi Sebut Perubahan Iklim Ancam Pangan Asia Tenggara
• 2 jam lalu
0
thumb
Dua Eks KPK Masuk BGN, Apa Tugas Mereka di Program MBG?
• 3 jam lalu
0
thumb
Sarwendah Ngotot Tak Mau Bayar Cicilan Rumah Sendiri, Ruben Onsu: Jangan Ngoceh, Jangan Ngomong
• 3 jam lalu
0
thumb
TNI Sita Senjata Rakitan hingga Alat Komunikasi dalam dalam Kontak Tembak di Yahukimo
• 23 jam lalu
0
thumb
Waspada, Nyeri Leher dan Pundak Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.