Waspada, Nyeri Leher dan Pundak Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Serangan jantung dapat terjadi tanpa disadari ketika seseorang mengabaikan gejala awal yang muncul. Keluhan seperti nyeri dan kebas pada leher serta pundak hingga sesak napas terkadang dianggap sebagai masuk angin atau kelelahan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan pada jantung.

Pengalaman tersebut dialami Darmin Sanuri (55) yang pernah mengalami serangan jantung hingga harus menjalani pemasangan dua ring pada pembuluh darah jantung. Sebelum mendapatkan penanganan medis, Darmin mengaku kerap merasakan nyeri dan kebas pada bagian leher serta pundak selama kurang lebih tiga minggu.

"Awalnya itu saya anggap kayak masuk angin. Setelah dikerik, sembuh sebentar, timbul lagi," ujar Darmin dalam program Go Healthy Metro TV, Jumat 6 November 2026. 

Keluhan tersebut semakin memburuk hingga akhirnya Darmin tidak mampu beraktivitas dan harus dibawa ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterolnya mencapai 300-an mg/dL, sementara tekanan darahnya sempat berada di kisaran 190 mmHg.

Darmin mengungkapkan, sebelumnya ia memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dan bersantan, jarang berolahraga, serta sering begadang karena bekerja dengan sistem shift selama lebih dari 20 tahun.

Praktisi kesehatan Prettysia Suvarly menjelaskan, nyeri dada atau angina pektoris dapat dibedakan menjadi angina stabil dan tidak stabil. Angina stabil umumnya membaik setelah beristirahat, tetapi bukan berarti kondisi tersebut boleh diabaikan.

"Nyeri dada yang membaik dengan istirahat, itu jangan dibiarkan begitu saja. Itu tetap kenapa-napa," kata Prettysia.

Ia menjelaskan, angina stabil dapat terjadi akibat penyempitan pembuluh darah. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berisiko berkembang menjadi angina tidak stabil ketika terjadi penyumbatan lebih lanjut.

Selain penyakit jantung, tekanan darah tinggi juga perlu diperhatikan. Dokter spesialis penyakit dalam dr. Gunawan Ari Wibowo, Sp.PD, menjelaskan salt-sensitive hypertension merupakan kondisi ketika tekanan darah seseorang lebih mudah meningkat akibat konsumsi natrium atau garam.

"Pada orang yang dengan salt-sensitive hypertension, hanya sedikit garam yang dikonsumsi, tekanan darahnya akan langsung meningkat," jelas dr. Gunawan.

Ia menyebutkan, salah satu langkah untuk mengatasinya adalah menerapkan diet rendah garam. Pasien dengan hipertensi atau salt-sensitive hypertension dianjurkan membatasi asupan natrium sekitar 1,5 gram per hari.

Simak selengkapnya dalam program Go Healthy Metro TV.

Baca Juga :

Kurang Tidur dan Stres, Pentingnya Menjaga Kesehatan di Usia 60 Tahun
Apa itu teknologi laser?

Teknologi laser adalah teknologi yang didesain untuk memproduksi sinar laser. Jika sebelumnya hanya terdapat satu laser berwarna merah, saat ini sudah ada tiga sinar laser, yakni merah, biru dan kuning.

Teknologi laser terpercaya yang bisa Anda gunakan adalah Dr Laser dari Gogomall. Jika alat ini dipakai dan sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, maka akan bisa diurai. Jika Anda punya hipertensi, diabetes, atau kolesterol, kemungkinan Anda punya penggumpalan darah.

Alat dipakai di pergelangan tangan tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat. Jika Anda pakai teknologi laser sekarang, maka Anda punya peluang untuk hidup lebih sehat pada masa mendatang.

Teknologi laser membantu supaya darah kita tetap terjaga dengan baik. Teknologi laser juga mengoptimalkan sel-sel darah di pembuluh darah. Kolesterol di dalam pembuluh darah akan diubah menjadi energi.

Teknologi low laser level bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi, dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah. Kekentalan darah juga bisa dicegah karena manfaatnya membuat aliran darah menjadi lebih lancar.

Teknologi laser juga bisa digunakan oleh Anda yang tidak memiliki keluhan penyakit, sebagai bentuk pencegahan. Gunakan teknologi laser sebagai pelengkap gaya hidup sehat Anda.

Bagaimana cara pakainya?

Teknologi Dr. Laser digunakan di pergelangan tangan kiri sehingga sinarnya akan menyinari pembuluh nadi dan titik akupunktur di pergelangan tangan. Manfaatnya akan membantu memperlancar aliran darah dan mengurai penggumpalan darah yang menyebabkan penyumbatan.

Cukup gunakan sehari dua kali dengan durasi 15-60 menit.

Saatnya sekarang menggunakan teknologi laser Dr. Laser dari Gogomall untuk mencegah komplikasi. Hubungi nomor call center (021) 8082 1200, WhatsApp/SMS center 0812 8686 9090.

Saksikan konten kesehatan lainnya yang menginspirasi di program Metro TV "Go Healthy" maupun melalui channel YouTube Go Healthy.

Ingat, kualitas darah memengaruhi kualitas hidup Anda. Jadi, atasi masalahnya, cegah komplikasinya. Yuk, pesan sekarang!

Kunjungi link di bawah ini untuk info produk teknologi laser dan promo menarik lainnya.

https://bit.ly/Info-DrLaser-GoHealthy


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Soundrenaline Sana Sini Yogyakarta 2026 Sukses Hadirkan Perayaan Musik Lintas Generasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemenkes Catat 401 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla
• 22 jam lalu
0
thumb
HyperOS 4 Segera Meluncur untuk HP Xiaomi, Redmi, dan POCO, Cek Kapan Kebagian Update
• 12 jam lalu
0
thumb
Prasetyo Hadi: Pemerintah Akan Ubah PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
• 10 jam lalu
0
thumb
Tak Hanya Guru, Nakes Non ASN Juga Bakal Dapat Perlakuan Khusus Batas Usia di Seleksi CPNS
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.