JAKARTA -- Pemahaman terhadap industri perbankan dan keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi fokus program Maybank Journalist Fellowship (MJF) 2026 yang diselenggarakan PT Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Indonesian Institute for Journalism (IIJ).
Program yang berlangsung hampir empat bulan tersebut diikuti 24 jurnalis dari berbagai media. Rangkaian MJF 2026 ditutup melalui acara kelulusan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga
Maybank Indonesia Luncurkan Fast Remittance, Transfer Valas Bisa 24 Jam
Aset Tembus Rp1.108,45 Triliun, Pangsa Pasar Perbankan Syariah Naik jadi 7,53 Persen
PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi Penuh Waktu pada 2027, Belum Jadi PNS
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, terutama di tengah perkembangan industri keuangan yang semakin dinamis.
“Maybank Journalist Fellowship bukan sekadar program pengembangan kapasitas jurnalis, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun dialog dan memperkuat hubungan yang terbuka serta konstruktif antara pelaku perbankan dan media. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti program ini dapat memberikan nilai tambah dalam menjalankan profesi jurnalistik,” ujar Steffano.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Mengusung tema Strengthening Media Literacy for Responsible Finance, program tersebut mencakup delapan sesi pembelajaran yang berlangsung pada Mei hingga Juni 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi, pendampingan, serta penyusunan karya jurnalistik.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh materi mengenai perkembangan industri perbankan, kebijakan sektor keuangan, serta berbagai isu yang berkaitan dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat.
Direktur Eksekutif IIJ M. Umar Idris mengatakan, program tersebut menjadi ruang bagi jurnalis untuk memperluas wawasan mengenai bisnis dan industri perbankan di tengah dinamika ekonomi.
Menurut dia, jurnalis kerap mendapat penugasan pada bidang tertentu yang belum banyak mereka dalami. Karena itu, pemahaman terhadap industri perbankan diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih akurat dan mudah dipahami.
“Melalui kolaborasi dengan Maybank Indonesia, program ini dapat mengakselerasi pemahaman para jurnalis terhadap industri perbankan yang memiliki tantangan tersendiri, sehingga mereka mampu menyajikan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami, sekaligus mengedukasi masyarakat,” ujar Umar.
Dalam penutupan program tersebut, Maybank Indonesia dan IIJ juga mengumumkan sejumlah jurnalis yang memperoleh penghargaan atas karya jurnalistik selama mengikuti MJF 2026.
Juara pertama diraih Ni Made Tasyarani dari The Jakarta Post melalui karya No End in Sight for MSME Lending Woes. Juara kedua diraih Teguh Adi Prasetyo dari Investor Daily dengan tulisan Perempuan dalam Pusaran Utang Bank Emok.
Adapun juara ketiga diraih Dian Fath Risalah dari Republika melalui karya Merebut Gen Z, Saat Bank Syariah Menjual Solusi Bukan Sekadar Label.
Penghargaan Best Narrative diberikan kepada Djoni Satria dari RUZKA INDONESIA melalui karya Agar Permodalan UMKM Tak Lagi Lepas dari Mulut Harimau, Keluar Diterkam Buaya. Sementara penghargaan Best Visual diraih Wahyu Ari Wicaksono dari CSR Indonesia melalui karya Jerat Sunyi Perempuan UMi: Mengurai Jurang Literasi Finansial Perempuan Akar Rumput.
Steffano berharap pengalaman selama mengikuti program tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Maybank Journalist Fellowship 2026." />
Jurnalis Republika Dian Fath Risalah berhasil memperoleh penghargaan dalam Maybank Journalist Fellowship 2026. - (Maybank Indonesia)
Komentar (0)