Muhammadiyah luncurkan ChatHPT saat Munas Tarjih XXXIII

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Surabaya (ANTARA) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ChatHPT dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Kamis.

"Sebagai wujud antisipasi dan adaptasi terhadap perkembangan kehidupan di era revolusi digital, Muhammadiyah mengembangkan platform Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Jika ingin mengetahui keputusan, pemikiran keagamaan, dan pandangan Muhammadiyah, tinggal membuka platform tersebut," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir di Surabaya.

Haedar mengatakan ChatHPT dikembangkan untuk mempermudah masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah dan generasi muda, dalam mengakses berbagai produk keilmuan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Baca juga: Muhammadiyah kaji penggunaan tatswib dalam adzan Subuh di Munas ke-33

Menurut dia, pemanfaatan teknologi informasi tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menghadirkan sumber pengetahuan keagamaan yang mudah dijangkau.

"Ini bentuk penggunaan teknologi informasi terkini untuk kepentingan beragama. Tujuannya agar kita hidup lebih benar, lebih baik, lebih pantas, serta mengetahui arah dan makna kehidupan," ujarnya.

Haedar berharap kehadiran platform tersebut dapat menjadi pegangan bagi generasi Z dan generasi Alfa dalam menghadapi tantangan kehidupan pada masa mendatang.

Ia menyebut pengembangan teknologi digital Muhammadiyah juga berkaitan dengan sejumlah program, termasuk SatuMu dan Masa, yang diharapkan dapat melengkapi akses informasi dan layanan bagi masyarakat.

Selain peluncuran ChatHPT, Munas Tarjih XXXIII membahas sejumlah persoalan keagamaan dan sosial dengan mengangkat tema meneguhkan akidah, memperindah akhlak, menguatkan ibadah, serta memberdayakan umat untuk membangun peradaban berkemajuan.

Beberapa materi yang dibahas meliputi fikih lansia, kedaulatan pangan, risalah akidah, dan risalah akhlak. Pembahasan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan kehidupan umat, masyarakat, bangsa, hingga ranah global.

Haedar menjelaskan pembahasan fikih lansia berkaitan dengan kebutuhan pelayanan keagamaan bagi kelompok lanjut usia yang jumlahnya terus menjadi perhatian.

Baca juga: Munas Tarjih Muhammadiyah bahas fikih lansia hingga pangan

Baca juga: BPJS Kesehatan gandeng PP Muhammadiyah perkuat program JKN

Sementara pembahasan kedaulatan pangan menyangkut penguatan kebijakan pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Ia menambahkan Muhammadiyah terus berkontribusi dalam membangun umat dan bangsa melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, serta pencerahan keberagamaan.

Menurut Haedar, penguatan berbagai bidang tersebut diperlukan agar bangsa Indonesia mampu mengelola kekayaan alam secara mandiri dan berdaulat.

"Bangsa kita harus memiliki kemampuan, termasuk generasi mudanya harus mempunyai karakter yang kuat. Mengelola alam yang diberikan Tuhan harus dengan tanggung jawab, amanah, dan berlandaskan kemaslahatan orang banyak," katanya.



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Satgas PKH Tertibkan Konsesi Ilegal Terafiliasi Arif Kurniawan
• 17 jam lalu
0
thumb
Lapak Sabu di Tanah Abang Digerebek, 16 Orang Jadi Tersangka
• 44 menit lalu
0
thumb
Yusril Sebut Ada Dugaan Listyo Cs Sadap Presiden untuk Lumpuhkan Kekuasaan Prabowo
• 23 jam lalu
0
thumb
Catat! Ini Lokasi Layanan Mobil Klinik Hewan di Jakbar 5 November
• 9 jam lalu
0
thumb
ANTARA sambut kemitraan antarkantor berita, atasi masalah verifikasi
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.