ANTARA sambut kemitraan antarkantor berita, atasi masalah verifikasi

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menyambut kemitraan antarkantor berita untuk mengatasi tantangan verifikasi berita dan misinformasi.

"ANTARA menyambut baik penguatan kemitraan antarkantor berita dalam tiga bidang, pertama, berbagi informasi yang dapat dipercaya serta praktik-praktik verifikasi informasi," kata Direktur Utama LKBN ANTARA Abdul Hakim yang menjadi pembicara pertama dalam seminar "Forum on Powering Intelligent Media" di Beijing, Kamis.

Seminar tersebut merupakan rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-7 World Media Summit dengan tema "Media di Era Kecerdasan: Dari Konsensus Menuju Aksi" pada 5-9 November di Beijing.

"Kedua, bertukar pengetahuan mengenai penggunaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab dan inovasi di ruang redaksi. Ketiga, bekerja sama dalam memberitakan berbagai tantangan global, mulai dari keamanan energi dan perubahan iklim hingga perdamaian dan pembangunan berkelanjutan," papar Abdul.

Kecerdasan buatan (AI), menurut Abdul Hakim, sedang mentransformasi dunia jurnalistik dengan kecepatan yang luar biasa.

"Teknologi ini membantu kita menerjemahkan berbagai bahasa, menganalisis data, dan menyebarluaskan berita lintas negara," ucap dia.

Namun, teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru, yaitu misinformasi, gambar-gambar yang dimanipulasi, serta meningkatnya ketidakpastian mengenai apa yang sebenarnya nyata.

"Dalam situasi baru ini, kecepatan saja tidak lagi cukup. Dunia membutuhkan informasi yang dapat dipercaya. Bagi ANTARA, tanggung jawab ini berakar kuat dalam sejarah kami," jelas Abdul Hakim.

Dia juga mengatakan bahwa ANTARA berpedoman pada sejarah sebagai kantor berita yang didirikan pada 13 Desember 1937 oleh empat wartawan muda sekaligus menjadi rumah bagi para wartawan Indonesia yang menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kepada dunia internasional.

"Setelah 90 tahun kemudian, teknologi yang kami gunakan telah berubah, tetapi misi mendasar kami tetap sama, yaitu menyampaikan informasi yang dapat dipercaya, melayani masyarakat, dan menghubungkan Indonesia dengan dunia," ungkap dia.

Saat ini, Abdul Hakim menyebut misi ANTARA menuntut kantor berita nasional itu untuk merangkul inovasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip awal.

Sedangkan Wakil Pemimpin Redaksi Xinhua Ren Weidong mengatakan bahwa kantor berita harus menginggalkan pelabelan antara kantor berita yang maju dan tertinggal tapi lebih menggali secara mendalam latar belakang sejarah dan tuntutan berbagai pihak dalam bidang-bidang seperti transisi energi, pembangunan hijau, dan tata kelola digital.

"Dengan sudut pandang yang konstruktif, kita harus menyampaikan suara berbagai negara di dunia, termasuk negara-negara Selatan Global. Kita harus berkontribusi dalam membangun jaringan kerja sama media lintas negara, melaksanakan peliputan bersama, agar dapat memperoleh manfaat secara setara," kata Ren dalam acara yang sama.

"World Media Summit" (WMS) mempertemukan hampir 500 delegasi dari sekitar 330 media arus utama, lembaga pemikir, instansi pemerintah, dan organisasi internasional yang berasal dari 112 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Terdapat sejumlah topik yang didiskusikan antara lain "AI untuk Semua dan Transformasi Media Global", "Dialog dan Kerja Sama Media untuk Dunia yang Lebih Aman", "Komunikasi Berbasis AI untuk Memperluas Pertukaran Antarperadaban", "AI+ dan Masa Depan Tata Kelola Komunikasi Global" serta "Pendekatan Beijing: Memahami Modernisasi China".

Para delegasi juga akan mengunjungi sejumlah lokasi di Beijing di sela-sela penyelenggaraan konferensi.

KTT WMS pertama kali digagas pada 2009 dan telah menjadi salah satu wadah global penting bagi pertukaran dan kerja sama media tingkat tinggi.



Baca juga: Perum LKBN ANTARA punya jajaran direksi baru

Baca juga: Diplomasi damai dari pembawa suara negara


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Percaya Diri Budi Arie Soal Kekuatan Jokowi yang Masih Kuat, Bagaimana Pasca Kasus Penyadapan Presiden Prabowo?
• 20 jam lalu
0
thumb
IHSG Ditutup Terbang 2,21% ke Level 5.030, Rupiah Ikut Menguat
• 1 jam lalu
0
thumb
Habiburokhman Kaget Dapat Info Komisi III Diduga Ikut Disadap Listyo Sigit: Kami Kecewa
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo dan Mualem bahas dana otsus hingga bendera Aceh di Istana
• 18 jam lalu
0
thumb
Menteri Agama Ajak PTKIN Perkuat Riset dan Hilirisasi Teknologi untuk Bangkitkan Kejayaan Ilmu Islam
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.