Washington: Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) memunculkan beragam reaksi dari para pemimpin dunia, Rabu, 4 November 2026.
Sejumlah pemimpin menyambut hasil tersebut sebagai sinyal perubahan politik, sementara lainnya menegaskan komitmen untuk mempertahankan hubungan dengan Washington.
Demokrat berhasil menguasai Senat dan DPR AS dalam pemilu yang digelar pada Selasa, 3 November 2026.
Baca Juga :
Raih Mayoritas Kursi Senat dan DPR, Demokrat Berhasil Kuasai Penuh Kongres ASMengutip Anadolu, Kamis, 5 November 2026, respons para pemimpin dunia terutama menyoroti dampak hasil pemilu terhadap hubungan transatlantik, NATO, dukungan untuk Ukraina, serta kebijakan luar negeri AS.
Respons Negara Eropa Di Jerman, Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengucapkan selamat kepada Demokrat atas kemenangan bersejarah tersebut. Namun, ia menekankan bahwa negara-negara Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap keamanan mereka sendiri.
Pistorius mengatakan NATO perlu menjadi lebih berorientasi Eropa agar tetap mempertahankan karakter transatlantiknya. Sementara itu, pemimpin bersama partai oposisi sayap kanan Alternative for Germany (AfD), Alice Weidel, menilai kekalahan Republik antara lain dipengaruhi kebijakan luar negeri Trump yang dianggap tidak sesuai dengan janji kampanyenya.
Di Spanyol, Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares menyambut baik perolehan suara Demokrat. Perdana Menteri Pedro Sanchez bahkan menilai hasil tersebut sebagai penolakan pemilih AS terhadap kebijakan Trump dan kemunduran bagi kelompok sayap kanan internasional.
Sanchez mengatakan, masyarakat AS telah menolak kebijakan yang memiskinkan rakyat, kebencian, seksisme, penyangkalan perubahan iklim, serta hak istimewa kelompok elite politik dan ekonomi.
Sementara itu, Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Roland Lescure menyebut kemenangan Demokrat sebagai hasil yang tidak terbantahkan. Namun, ia mengingatkan Trump masih memiliki kewenangan besar dalam menentukan kebijakan luar negeri AS.
Di Italia, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menegaskan hasil pemilu tidak akan mengubah hubungan Roma dan Washington. Ia mengatakan Italia tetap bekerja sama dengan AS, terlepas dari partai yang memegang kekuasaan.
Pernyataan serupa disampaikan Menteri Kesehatan Inggris James Frith. Ia menggambarkan hasil pemilu sebagai perubahan besar dalam politik domestik AS, tetapi menegaskan hubungan jangka panjang London dan Washington tidak akan berubah.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyambut kemenangan Demokrat sebagai perkembangan positif bagi demokrasi AS. Ia berharap hasil tersebut turut membawa stabilitas bagi kawasan Polandia.
Di Republik Ceko, Perdana Menteri Andrej Babis menilai kemenangan Demokrat sudah diperkirakan, tetapi besarnya hasil tersebut luar biasa. Ia memperingatkan perubahan kekuatan politik di Kongres dapat memicu kebuntuan pemerintahan AS hingga akhir masa jabatan Trump.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga menilai hasil pemilu sebagai sinyal kuat bahwa masyarakat AS menginginkan perubahan arah politik. Ia menyoroti peluang keselarasan kebijakan AS dan Norwegia dalam isu perubahan iklim, perlindungan lingkungan, kebijakan luar negeri, serta bantuan pembangunan.
Namun, Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken memperingatkan polarisasi politik AS dapat menyulitkan pemerintahan dalam beberapa tahun mendatang. Ia menyoroti potensi kebuntuan antara presiden dan Kongres, terutama terkait kebijakan perdagangan, dukungan untuk Ukraina, dan posisi Washington terhadap NATO.
Juru Bicara Pemerintah Yunani Pavlos Marinakis menegaskan hasil pemilu tidak akan memengaruhi kemitraan strategis Athena dan Washington. Ia mengatakan hubungan kedua negara akan tetap kuat, termasuk proyek dan kesepakatan bilateral yang telah berjalan.
Wakil Presiden Parlemen Eropa Christel Schaldemose menyampaikan optimisme secara hati-hati. Ia berharap kemenangan Demokrat dapat membawa dampak positif bagi Ukraina, transisi hijau, dan kerja sama internasional. Meski demikian, ia menegaskan Uni Eropa harus terus memperkuat kemandirian strategisnya. Respons Iran dan Rusia Di Iran, Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf menilai hasil pemilu menunjukkan penolakan masyarakat AS terhadap perang, baik karena alasan moral maupun meningkatnya biaya hidup.
Ia memperingatkan Washington akan menghadapi konsekuensi serius apabila mengabaikan penolakan masyarakat terhadap konfrontasi militer. Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad juga mengaitkan kemunduran Partai Republik dengan kegagalan Washington menekan Teheran melalui sanksi ekonomi dan kebijakan pembatasan lainnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov berharap Trump tetap melanjutkan upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik meskipun terjadi perubahan kekuatan di Kongres AS.
Peskov menyebut putaran baru perundingan trilateral diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, ia menolak berkomentar mengenai kemungkinan perubahan komposisi Kongres menghambat inisiatif diplomatik Trump.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov meminta semua pihak menunggu hingga hasil akhir pemilu dikonfirmasi. Ia juga mengingatkan bahwa Partai Demokrat secara tradisional memiliki pandangan yang tidak menguntungkan terhadap Rusia.
Ryabkov menegaskan pendekatan Moskow terhadap perang di Ukraina tidak akan dipengaruhi perkembangan politik di negara lain. Sikap Asia dan Negara Lain Di Tiongkok, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning menyebut pemilu tersebut sebagai urusan internal AS. Ia menegaskan Beijing bersedia mempertahankan hubungan konstruktif dengan Washington melalui komunikasi diplomatik, pengelolaan perbedaan, dan perluasan kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati dan kesetaraan.
Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan terus memantau perkembangan pemilu AS. Namun, kementerian tersebut menegaskan dukungan Washington terhadap Taiwan tetap berlandaskan konsensus bipartisan dan berkomitmen memperluas kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, teknologi, serta pendidikan.
Di Pakistan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Sajjad Haider Khan tidak memberikan penilaian mengenai kekalahan Partai Republik. Ia menyebut hasil pemilu merupakan urusan masyarakat dan sistem politik AS.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyambut kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres sebagai cerminan pilihan masyarakat AS. Ia berharap hasil tersebut menjadi titik balik dalam hubungan internasional dan membuka peluang bagi pemahaman yang lebih baik antara Washington dan Pretoria.
Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan hasil pemilu mencerminkan sentimen masyarakat AS. Namun, ia memilih bersikap hati-hati dan menyatakan pemerintahnya akan mengamati perkembangan politik tersebut sebelum menarik kesimpulan mengenai dampaknya terhadap hubungan bilateral.
Sheinbaum juga menyambut kemenangan Xavier Becerra dalam pemilihan gubernur California dan Gina Hinojosa di Texas.





Komentar (0)