Jakarta (ANTARA) - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berkolaborasi mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan pihaknya berpartisipasi sebagai mitra utama dengan memberi dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa 7 unit tong komposter kapasitas 200 liter, 11 unit tong biru kapasitas 60 liter, 5 unit tempat sampah dustbin kapasitas 120 liter, serta 1 unit mesin ayak kompos rotary kapasitas 100-150 kg per jam.
"Melalui kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta, kami mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, selain sarana dan prasarana fisik, perusahaan juga melaksanakan 1 paket kegiatan pelatihan untuk anak dan remaja.
Baca juga: DKI perkuat pengelolaan sampah lewat program kolaborasi lingkungan
Kemudian kegiatan tersebut diwujudkan melalui edukasi pemilahan sampah kepada warga di empat RT, yakni RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11, selain itu, pelatihan pengelolaan sampah juga diberikan kepada anak-anak dan anggota Karang Taruna RW 06 dengan target 50 peserta.
Melalui program ini, lanjutnya, diharapkan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 BRI Finance dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
"Kami percaya, langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat membawa dampak positif dan berkelanjutan," ujar Satyo.
Menurut dia pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.
Selain meningkatkan kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah dari sumbernya, upaya tersebut juga perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai agar proses pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.
Kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik.
"Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, sampah yang masih dapat diolah diharapkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir," katanya.
Baca juga: Pemprov DKI siapkan kebijakan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik
BRI Finance juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap hingga September 2027 untuk melihat perkembangan pelaksanaan program dan partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kegiatan ke wilayah RT lainnya.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan pihaknya berpartisipasi sebagai mitra utama dengan memberi dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa 7 unit tong komposter kapasitas 200 liter, 11 unit tong biru kapasitas 60 liter, 5 unit tempat sampah dustbin kapasitas 120 liter, serta 1 unit mesin ayak kompos rotary kapasitas 100-150 kg per jam.
"Melalui kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta, kami mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, selain sarana dan prasarana fisik, perusahaan juga melaksanakan 1 paket kegiatan pelatihan untuk anak dan remaja.
Baca juga: DKI perkuat pengelolaan sampah lewat program kolaborasi lingkungan
Kemudian kegiatan tersebut diwujudkan melalui edukasi pemilahan sampah kepada warga di empat RT, yakni RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11, selain itu, pelatihan pengelolaan sampah juga diberikan kepada anak-anak dan anggota Karang Taruna RW 06 dengan target 50 peserta.
Melalui program ini, lanjutnya, diharapkan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 BRI Finance dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
"Kami percaya, langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat membawa dampak positif dan berkelanjutan," ujar Satyo.
Menurut dia pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat.
Selain meningkatkan kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah dari sumbernya, upaya tersebut juga perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai agar proses pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.
Kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik.
"Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, sampah yang masih dapat diolah diharapkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir," katanya.
Baca juga: Pemprov DKI siapkan kebijakan pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik
BRI Finance juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap hingga September 2027 untuk melihat perkembangan pelaksanaan program dan partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kegiatan ke wilayah RT lainnya.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.






Komentar (0)