Sama Buat LP, Korban Penganiayaan Belum Jelas Diproses Sementara Pelaku Sudah Berjalan

mediaapakabar.com
5 jam lalu
Cover Berita
foto:korban Edi yang kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (Istimewa)
Mediaapakabar.com-
Korban penganiayaan dan pengeroyokan dengan nomor laporan polisi, LP/B/1117/X/2026/SPKT/POLRESTA DELISERDANG/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 31 Oktober 2026 hingga kini belum mendapat 'atensi' atau penanganan sesuai prosedur yang berlaku. 

Korban tersebut atas nama Rahmat Edi Suranta Barus, warga Dusun II, Ranggit-git, Sinembah Tanjung Muda Hulu, Kabupaten Deliserdang kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya. 

" Jadi memang aneh penyidik di Polresta Deliserdang itu, ada korban mengadu sudah sekarat belum juga diproses, sedangkan pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban itu karena dia juga melaporkan peristiwa perkelahiaan tersebut di Polresta yang sama malah sudah diproses. Hal ini memang aneh saya lihat, koq bisa bisanya nyawa orang dipermainkan padahal sudah sekarat, sementara pelakunya pulak yang ditolong karena laporannya dengan cepat diproses, sungguh aneh," ujar kuasa/penasehat hukum (PH) Agus Pristiono pada pers di Medan, Rabu (04/11/2026). 

Menurut dia, ayah korban bernama Robinson Barus (69) seorang purnawirawan polisi yang telah membuat laporan ke Polresta Deliserdang tersebut.     

Dia menyebutkan bahwa pada Senin kemarin sudah datang menghadap Kanit Pidum. Akan tetapi dijawab oleh Kanit tersebut, LP nya belum masuk ke Minreskrim. 

" Dan saat saya koordinasi dengan Kanit Pidum juga diketahui Wakasat Reskrim, namun tidak ada sedikitpun bertanya keperluan apa datang. Padahal saat itu Wakasat Reskrim datang bersama KBO Reskrim ke ruang Kanit Pidum. Karena belum ada kejelasan dari Kanit Pidum, maka saya pulang," urainya.  

" Hingga kemarin hari Selasa saya WA Kanit Pidum juga jawabannya sama bhw LP belum diketahui kemana didisposisikan. Sedangkan dalam hal ini orang tua korban (pelapor) an Robinson Barus juga purnawirawan Polri dan dulunya bertugas di Polsek 3 Juhar tapi  tidak mendapat respon atas pengeroyokan terhadap anaknya yang telah membuat LP ke Polresta Deli Serdang tersebut," ungkapnya.  

" Sampai detik ini pun belum ada kabar dari Kanit Pidum Iptu B Saragih, unit mana dan siapakah penyidik/penyidik pembantu yang akan memproses atau menangani perkaranya," tambahnya. 

Dibagian lain, hal sama juga dikatakan oleh petugas Minreskrim bahwa untuk berkas perkara masih belum tahu penanganan prosesnya dibagian mana. " Coba datang aja minggu depan paling lama di hari Selasa bisa menanyakan kembali tentang berkas perkaranya," kata petugas di ruang Minreskrim kepada wartawan.   

Selanjutnya, PH Agus menjelaskan, bahwa motif penganiayaan antara korban dan para pelaku diduga ada dendam lama. Dimana 2 bulan lalu korban dengan mengendarai pickup saat membawa bibit sawit untuk dibawa ke ladang telah melintas/melewati tanah milik pelaku yang diketahui bernama None Perangin-Angin. 

" Sewaktu korban hendak melewati jalan tersebut, di stop oleh pelaku dan meminta uang bayar karena melintasi di tanah milik pelaku dengan bayaran sebesar Rp 50.000. Tetapi korban tak mau membayar. Lalu pelaku berkata kepada korban, jangan kamu dan keluargamu lewat dari tanah saya ini. Oleh korban ucapan tersebut tidak ditanggapinya," jelasnya. 

Karena korban tidak menghiraukan ucapan pelaku, membuat pelaku 'berang' yang akhirnya terjadi pertengkaran mulut hingga peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban yang nyaris tewas. 

" Apalagi perkelahian berlangsung tidak seimbang dimana korban yang sendiri dikeroyok 3 orang dengan menggunakan senjata tajam," ucapnya. 

Lebih jauh dikatakannya, perbuatan pelaku yang mengutip bayaran bagi setiap pengendara yang melintas di tanah miliknya itu merupakan Pungli (pemungutan liar). " Sungguh heran kita, kenapa hal semacam itu bisa dibiarkan," pungkasnya. (MC/Zf)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Igor Tolic Bongkar Rahasia Remontada Persib, Tegaskan Bukan Kebetulan: Sudah Terjadi 3 Tahun!
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengamat Siber Jelaskan Cara Kerja LIMS yang Dipakai Sadap Presiden: Bisa Akses Aktivitas Telepon – SMS dan OTP WhatsApp
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Gagal! Pemuda LIRA Bogor Raya Desak Pemakzulan Gibran
• 10 jam lalu
0
thumb
Video: Harta Listyo Sigit Disorot - Data Penumpang SIA Bocor
• 22 jam lalu
0
thumb
Rupiah Menguat Jelang Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.