Saham Amazon Anjlok Imbas Laba di Bawah Ekspektasi dan Pengeluaran AI

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saham Amazon turun lebih dari tujuh persen setelah mencatat laba dan pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi analis.

Saham Amazon Anjlok Imbas Laba di Bawah Ekspektasi dan Pengeluaran AI. (Foto: Tech Crunch)

IDXChannel - Saham Amazon turun lebih dari tujuh persen setelah mencatat laba dan pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi analis.

Dilansir dari AFP pada Jumat (30/9/2026), saham Amazon turun tajam meski raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) tersebut mencatat pertumbuhan yang kuat dalam bisnis komputasi awan atau cloud.

Baca Juga:
Apple Luncurkan HomeView untuk Saingi Produk Rumah Pintar Amazon dan Google

Penurunan saham Amazon terjadi setelah saham Alphabet anjlok dua digit pada Kamis, dipicu laba yang lebih rendah dari perkiraan karena perlambatan pertumbuhan pendapatan iklan Google dan pengeluaran besar untuk kecerdasan buatan (AI).

Amazon mencatat pendapatan sebesar USD201,9 miliar (Rp3.660 triliun) dan laba sebanyak USD20,7 miliar (Rp375 triliun) pada kuartal III-2026. Angkanya lebih rendah dari ekspektasi analis yang memprediksi pendapatan sebesar USD202,2 miliar dan laba sebanyak USD21,5 miliar.

Baca Juga:
Kapasitas Cloud Computing Amazon Web Services Sold Out hingga 2027

Sama seperti Alphabet, Amazon juga mengucurkan dana besar untuk mengembangkan AI.

Raksasa e-commerce itu memperkirakan akan menghabiskan USD220 miliar untuk belanja modal tahun ini, terutama untuk investasi di bidang AI.

Baca Juga:
Amazon Rilis Dua Perangkat AI, Dibanderol Rp1 Jutaan, Intip Fungsi dan Fiturnya

"Strategi kami berhasil dan saya memperkirakan akan terus berhasil di masa depan," kata CEO Amazon Andy Jassy dalam sebuah pernyataan.

Jassy mengatakan bahwa layanan cloud Amazon Web Services (AWS) dapat mencapai pendapatan USD1 triliun hanya dalam waktu lima tahun, berkat kuatnya permintaan untuk komputasi awan di tengah booming AI.

"Belum pernah ada bisnis dengan pendapatan triliun dolar, dan kita mungkin akan memiliki dua bisnis seperti itu dalam 5-10 tahun ke depan," kata Jassy.

Pendapatan AWS naik 39 persen menjadi USD46 miliar pada kuartal ketiga, lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar 38,2 persen menjadi USD45,61 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG. Pendapatan AWS mencatat pertumbuhan 37 persen pada kuartal kedua. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Tetapkan Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Bea Cukai
• 6 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Serangan Baru AS ke Iran
• 7 jam lalu
0
thumb
Kemenekraf perkuat inovasi produk kuliner jaga minat beli masyarakat
• 4 jam lalu
0
thumb
Subsidi Listrik Bakal Diubah Jadi Bantuan Tunai? Ini Kata DEN
• 4 jam lalu
0
thumb
DPRD Nagekeo Desak OPD Percepat Program 2026 Jelang Tutup Kas 15 Desember
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.