Shenzhen (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal China, Tencent, meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) "Buddy One" yang dapat menyatukan berbagai aplikasi bagi pekerja kantoran sekaligus menganalisis data secara berkelanjutan.
"Hari ini, dengan memanfaatkan kesempatan konferensi ini, kami secara resmi meluncurkan rangkaian aplikasi perkantoran baru 'BuddyOne'. Kami menghubungkan manusia, perangkat, sistem, dan data agar model 'big data' dapat memahami konteks bisnis dan terintegrasi ke dalam pekerjaan yang sebenarnya," kata Wakil Presiden Eksekutif Senior Tencent dan CEO Cloud and Smart Industries Group Dowson Tong di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Kamis.
Dowson menyampaikan hal tersebut dalam acara "Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026" yang merupakan kegiatan tahunan Tencent untuk mempertemukan para mitra dan klien dari berbagai negara di bidang AI dan "cloud".
Agen AI (AI agent) adalah bentuk kecerdasan buatan tingkat lanjut yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa melakukan pekerjaan untuk kita secara otomatis. Bila AI biasa "hanya" membantu pengguna untuk berpikir, maka agen AI dapat membantu pengguna untuk bertindak dan menyelesaikan pekerjaan.
Baca juga: Tencent rilis aplikasi pembayaran untuk wisatawan asing
Tencent sudah meluncurkan agen AI bernama "WorkBuddy" yang dapat berfungsi sebagai asisten pribadi yang dapat melakukan aktivitas rumit bagi para pekerja kantoran pada Maret 2026 di China yang dapat diakses melalui iOS, Android, dan HarmonyOS. Sedangkan di Indonesia, aplikasi tersebut baru diluncurkan pada 14 Juli 2026.
"Sejak diluncurkan pada Maret tahun ini, jumlah penggunaan token 'WorkBuddy' terus meningkat. Pengguna korporasi sudah mencakup di 50 jenis industri, termasuk 50 persen pengguna adalah 500 perusahaan terbesar di China sedangkan jumlah mitra dan pengembang dalam platform pengembangan WorkBuddy juga telah melampaui 50 ribu dengan lebih dari 200.000 keterampilan tersedia, ekosistemnya berkembang dengan cepat," tambah Dowson.
Token yang dimaksud Dowson adalah satuan dasar yang digunakan AI untuk memproses teks saat menerima pertanyaan maupun menghasilkan jawaban sehingga token itu juga yang dipakai untuk menentukan biaya yang ditagihkan kepada pengguna. Semakin banyak token yang digunakan, semakin tinggi biayanya.
Dowson menyebut selama beberapa dekade terakhir, pekerjaan kantor digital terutama menggunakan berbagai jenis format dokumen yang dibuka dan disunting menggunakan aplikasi yang berbeda sedangkan dalam dalam kolaborasi kerja banyak orang, setiap orang mengubah versinya masing-masing dan dokumen dikirim bolak-balik sehingga prosesnya menjadi rumit dan tidak efisien.
Agen AI dari perusahaan China, "WorkBuddy" dalam acara "Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026" di Shenzhen, provinsi Guangdong, Kamis (29/10/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia) Baca juga: Tencent luncurkan TenPayGo untuk pengguna mancanegara saat ke Tiongkok
"Kami melihat bahwa pada era agen AI untuk pekerjaan kantor, kolaborasi banyak orang akan memasuki paradigma baru berupa penciptaan platform bersama antara manusia dan mesin. Dengan menggunakan 'WorkBuddy' perusahaan cukup membangun keterampilan yang sesuai bagi pekerja sedangkan agen AI dapat memecah berbagai tugas analisis bisnis, secara aktif mengambil data yang dibutuhkan dari beberapa sistem secara bersamaan, membuat laporan secara otomatis, dan menyajikan hasil analisis," jelas Dowson.
Agen AI "WorkBuddy", sebut Dowson bisa bekerja selama 24 jam dan langsung mengirimkan hasil pekerjaannya setelah tugas selesai.
"Dengan demikian, karyawan tidak perlu lagi mengoperasikan secara manual, mengunggah dan memproses berkas satu per satu. Karyawan dapat memberikan tugas kepada 'WorkBuddy' kapan saja, sama seperti ketika mereka berbicara dengan rekan kerja," tambah Dowson.
Pengguna yang memiliki "Buddy One ID" dapat menghubungkan agen AI "WorkBuddy" dengan aplikasi "Tencent Meeting", "Tencent Docs", "IMA" (ruang penyimpangan Tencent) dan "Tencent Drive" dan dikelola dengan terpadu oleh agen AI.
Dalam acara tersebut, Tencent dan Visa juga mengumumkan sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kolaborasi dalam pembayaran lintas negara sehingga pembayaran lintas batas lebih mudah bagi wisatawan melalui TenPay Global (platform pembayaran lintas batas Tencent) dan Visa Pay.
Bagi wisatawan dari dan ke China, kolaborasi memungkinkan pembayaran lintas batas di merchant yang berpartisipasi di jaringan "Weixin Pay" dan "Visa" yang memenuhi persyaratan yang berlaku.
Tencent dan Visa juga berencana untuk memperdalam kolaborasi pengiriman uang lintas batas negara melalui "Visa Direct", sehingga memudahkan lebih banyak pengirim luar negeri untuk mentransfer dana ke ekosistem "Weixin Pay".
Tencent dan Visa juga akan menjajaki pembayaran agen AI generasi lanjutan yang mendukung "Visa Intelligent Commerce" sebagai agen AI membantu pengguna memilih dan membeli barang atau layanan.
Baca juga: Asisten pribadi virtual Tencent sasar pekerja kantoran
Baca juga: Industri gim Indonesia diproyeksikan sumbang Rp59 triliun pada 2030
Baca juga: Tencent Cloud Luncurkan Versi Resmi EdgeOne Pages, Memperkuat Strategi AI Terpadu
"Hari ini, dengan memanfaatkan kesempatan konferensi ini, kami secara resmi meluncurkan rangkaian aplikasi perkantoran baru 'BuddyOne'. Kami menghubungkan manusia, perangkat, sistem, dan data agar model 'big data' dapat memahami konteks bisnis dan terintegrasi ke dalam pekerjaan yang sebenarnya," kata Wakil Presiden Eksekutif Senior Tencent dan CEO Cloud and Smart Industries Group Dowson Tong di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Kamis.
Dowson menyampaikan hal tersebut dalam acara "Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026" yang merupakan kegiatan tahunan Tencent untuk mempertemukan para mitra dan klien dari berbagai negara di bidang AI dan "cloud".
Agen AI (AI agent) adalah bentuk kecerdasan buatan tingkat lanjut yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa melakukan pekerjaan untuk kita secara otomatis. Bila AI biasa "hanya" membantu pengguna untuk berpikir, maka agen AI dapat membantu pengguna untuk bertindak dan menyelesaikan pekerjaan.
Baca juga: Tencent rilis aplikasi pembayaran untuk wisatawan asing
Tencent sudah meluncurkan agen AI bernama "WorkBuddy" yang dapat berfungsi sebagai asisten pribadi yang dapat melakukan aktivitas rumit bagi para pekerja kantoran pada Maret 2026 di China yang dapat diakses melalui iOS, Android, dan HarmonyOS. Sedangkan di Indonesia, aplikasi tersebut baru diluncurkan pada 14 Juli 2026.
"Sejak diluncurkan pada Maret tahun ini, jumlah penggunaan token 'WorkBuddy' terus meningkat. Pengguna korporasi sudah mencakup di 50 jenis industri, termasuk 50 persen pengguna adalah 500 perusahaan terbesar di China sedangkan jumlah mitra dan pengembang dalam platform pengembangan WorkBuddy juga telah melampaui 50 ribu dengan lebih dari 200.000 keterampilan tersedia, ekosistemnya berkembang dengan cepat," tambah Dowson.
Token yang dimaksud Dowson adalah satuan dasar yang digunakan AI untuk memproses teks saat menerima pertanyaan maupun menghasilkan jawaban sehingga token itu juga yang dipakai untuk menentukan biaya yang ditagihkan kepada pengguna. Semakin banyak token yang digunakan, semakin tinggi biayanya.
Dowson menyebut selama beberapa dekade terakhir, pekerjaan kantor digital terutama menggunakan berbagai jenis format dokumen yang dibuka dan disunting menggunakan aplikasi yang berbeda sedangkan dalam dalam kolaborasi kerja banyak orang, setiap orang mengubah versinya masing-masing dan dokumen dikirim bolak-balik sehingga prosesnya menjadi rumit dan tidak efisien.
Agen AI dari perusahaan China, "WorkBuddy" dalam acara "Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026" di Shenzhen, provinsi Guangdong, Kamis (29/10/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia) Baca juga: Tencent luncurkan TenPayGo untuk pengguna mancanegara saat ke Tiongkok
"Kami melihat bahwa pada era agen AI untuk pekerjaan kantor, kolaborasi banyak orang akan memasuki paradigma baru berupa penciptaan platform bersama antara manusia dan mesin. Dengan menggunakan 'WorkBuddy' perusahaan cukup membangun keterampilan yang sesuai bagi pekerja sedangkan agen AI dapat memecah berbagai tugas analisis bisnis, secara aktif mengambil data yang dibutuhkan dari beberapa sistem secara bersamaan, membuat laporan secara otomatis, dan menyajikan hasil analisis," jelas Dowson.
Agen AI "WorkBuddy", sebut Dowson bisa bekerja selama 24 jam dan langsung mengirimkan hasil pekerjaannya setelah tugas selesai.
"Dengan demikian, karyawan tidak perlu lagi mengoperasikan secara manual, mengunggah dan memproses berkas satu per satu. Karyawan dapat memberikan tugas kepada 'WorkBuddy' kapan saja, sama seperti ketika mereka berbicara dengan rekan kerja," tambah Dowson.
Pengguna yang memiliki "Buddy One ID" dapat menghubungkan agen AI "WorkBuddy" dengan aplikasi "Tencent Meeting", "Tencent Docs", "IMA" (ruang penyimpangan Tencent) dan "Tencent Drive" dan dikelola dengan terpadu oleh agen AI.
Dalam acara tersebut, Tencent dan Visa juga mengumumkan sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kolaborasi dalam pembayaran lintas negara sehingga pembayaran lintas batas lebih mudah bagi wisatawan melalui TenPay Global (platform pembayaran lintas batas Tencent) dan Visa Pay.
Bagi wisatawan dari dan ke China, kolaborasi memungkinkan pembayaran lintas batas di merchant yang berpartisipasi di jaringan "Weixin Pay" dan "Visa" yang memenuhi persyaratan yang berlaku.
Tencent dan Visa juga berencana untuk memperdalam kolaborasi pengiriman uang lintas batas negara melalui "Visa Direct", sehingga memudahkan lebih banyak pengirim luar negeri untuk mentransfer dana ke ekosistem "Weixin Pay".
Tencent dan Visa juga akan menjajaki pembayaran agen AI generasi lanjutan yang mendukung "Visa Intelligent Commerce" sebagai agen AI membantu pengguna memilih dan membeli barang atau layanan.
Baca juga: Asisten pribadi virtual Tencent sasar pekerja kantoran
Baca juga: Industri gim Indonesia diproyeksikan sumbang Rp59 triliun pada 2030
Baca juga: Tencent Cloud Luncurkan Versi Resmi EdgeOne Pages, Memperkuat Strategi AI Terpadu






Komentar (0)