Serap Aspirasi Warga Pacar Keling, Cahyo Soroti Kendala Kontrol dan Rujukan Kesehatan

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat program 1 Nakes 1 RW agar warga dengan keterbatasan fisik tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan. Persoalan warga yang terkendala kontrol rutin hingga pengurusan rujukan menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus mudah dijangkau oleh mereka yang membutuhkan.

Aspirasi tersebut diterima Cahyo saat turun ke wilayah Gubeng Masjid, Kelurahan Pacar Keling, Kamis (29/10/2026). Dalam kunjungan itu, dia juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada dua warga yang membutuhkan alat bantu untuk beraktivitas sehari-hari.

Cahyo mengungkapkan, salah satu warga mengalami kesulitan menjalani kontrol kesehatan karena kondisi fisik dan terbatasnya anggota keluarga yang bisa mendampingi. Akibatnya, warga tersebut terkadang tidak dapat datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan maupun mengurus rujukan lanjutan.

“Ada aspirasi tentang kendala pelaksanaan kontrol kesehatan yang membutuhkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Karena keterbatasan fisik dan keluarga yang mendampingi juga terbatas, terkadang warga tidak bisa datang ke puskesmas,” ujar Cahyo.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar program 1 Nakes 1 RW tidak berhenti pada pemantauan kesehatan dan edukasi pencegahan penyakit. Program itu juga perlu dikaji agar dapat membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan pelayanan lanjutan serta menghubungkan mereka dengan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan.

“Harapan kami, program 1 Nakes 1 RW ini tidak hanya menjadi gerakan observasi kesehatan atau promotif preventif di kampung, tetapi juga bisa menjadi kepanjangan tangan fasilitas kesehatan tingkat pertama,” kata pria yang juga Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.

Cahyo mengakui, perlu ada kajian regulasi untuk menentukan bentuk keterlibatan tenaga kesehatan dalam membantu warga yang kesulitan mengakses layanan medis. Namun, dia berharap pemerintah kota tidak mengabaikan hambatan mobilitas yang dihadapi kelompok rentan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Tentu kami juga melihat bagaimana regulasinya. Namun, kalau memungkinkan, kami berharap ini bisa menjadi dorongan bagi pemerintah kota untuk mempermudah masyarakat Surabaya,” tutur politikus muda ini.

Cahyo menegaskan, kunjungan ke daerah pemilihan bukan hanya menjadi sarana penyaluran bantuan, melainkan juga kesempatan menyerap persoalan warga untuk diperjuangkan melalui fungsi legislatif. Dia berharap aspirasi tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah kota dalam memperbaiki akses pelayanan kesehatan.

“Sebagai anggota legislatif, kami akan terus berupaya menyampaikan dan menindaklanjuti setiap aspirasi serta harapan masyarakat di wilayah kami,” pungkasnya. [asg/kun]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jemput Bola Perekaman e-KTP dan Aktivasi IKD di Jawa Tengah
• 2 jam lalu
0
thumb
Tabung Oksigen hingga Pompa Air Dipasok ke Rumah Aman Asap di Kalteng
• 7 jam lalu
0
thumb
Sidang Dokter Tifa Akan Kembali Digelar Hari Ini, JPU Hadirkan 2 Saksi
• 13 jam lalu
0
thumb
BGN Stop Operasional SPPG Dramaga Bogor Usai Siswa Alami Gangguan Kesehatan
• 23 jam lalu
0
thumb
Kisah Usamah bin Zaid, Pemuda 18 Tahun yang Ditunjuk Rasulullah Jadi Panglima Perang
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.