Jakarta: Sejumlah perlengkapan medis dikirim ke Rumah Aman Asap di Kaliman Tengah (Kalteng). Rumah Aman Asap ini didirikan sebagai tempat perlindungan utama bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Bantuan diserahkan di Rumah Aman Asap Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, yang menjadi salah satu tempat singgah bagi warga untuk mengurangi paparan kabut asap dan memperoleh bantuan awal," kata Head of Corporate Affairs ParagonCorp, Dwi Lesmana dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2026.
Baca Juga :
Melawan Api, Melindungi Warga"Bagi kami, penting untuk berkolaborasi dengan mitra yang memahami kondisi di lapangan, agar bantuan yang diberikan harapannya dapat meringankan beban serta menjawab kebutuhan yang ada,” ujar Dwi.
Pendistribusian perlengkapan medis di Rumah Aman Asap untuk warga terdampak karhutla di Kalimanan Tengah. Foto: Istimewa.
Sejak Agustus 2026, Youth Act Kalimantan mencatat 2.500 kunjungan di 25 titik Rumah Aman Asap dengan melibatkan 25 relawan. Penyerahan bantuan di Desa Pilang dihadiri Roro A. Garini, Executive Director Yayasan Ranu Welum (Rumah Aman Asap), bersama ibu-ibu pengurus Rumah Aman Asap Desa Pilang, dan Jerhemy Owen, Environmental Content Creator, yang sebelumnya ikut membantu upaya pemadaman api di Kalimantan Tengah.
“Setelah sebelumnya ikut membantu memadamkan api, kali ini saya berkesempatan menyalurkan bantuan langsung ke Rumah Aman Asap di Desa Pilang," ujar Jerhemy.
Jerhemy berharap bantuan itu bisa meringankan beban warga yang datang untuk berlindung dari kabut asap. Bantuan itu juga diharapkan dapat meringankan pekerjaan para relawan, sehingga kebutuhan utama warga yang datang, seperti udara yang lebih bersih, perlengkapan kesehatan, dan air bersih, dapat terpenuhi.





Komentar (0)