Sinopsis The Doll Ghawiah atau alur cerita The Doll Ghawiah kini semakin marak dicari publik seiring tingginya antusiasme penonton terhadap kelanjutan seri boneka berhantu tersebut. Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto berdasarkan naskah susunan Riheam Junianti, karya ini menyajikan narasi horor dengan latar sejarah lokal yang kental.
Di bawah naungan produser Rocky Soraya, film berdurasi 110 menit ini mengangkat latar waktu tahun 1988 di Kota Bandung. Pendekatan cerita berfokus pada mitos kemunculan sosok gaib yang terikat pada sebuah medium boneka, dipadukan dengan dinamika konflik keluarga serta misteri masa lalu yang belum terselesaikan.
Berikut adalah informasi jadwal penayangan The Doll Ghawiah di bioskop, alur penceritaan, hingga deretan pemeran yang melengkapi pembuatan film horor tersebut.
Sinopsis The Doll Ghawiah (cinema21)
Kepastian mengenai peluncuran film The Doll Ghawiah di bioskop menjadi informasi yang paling ditunggu oleh para penikmat film horor nasional. Pihak rumah produksi telah menetapkan tanggal rilis resmi untuk penayangan serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
Jadwal pemutaran film ini dirancang untuk mengisi momentum penayangan di akhir bulan dengan format kualitas visual yang maksimal:
Tanggal Rilis Resmi: Kamis, 29 Oktober 2026.
Jaringan Penayangan: Seluruh bioskop reguler di Indonesia serta 18 layar IMAX.
Klasifikasi Usia: 17 tahun ke atas (Dewasa).
Durasi Pemutaran: 110 menit.
Sinopsis The Doll Ghawiah bermula pada tahun 1988 ketika sebuah keluarga memutuskan berpindah domisili demi memperbaiki kondisi perekonomian.
Arya beserta istrinya, Evi, memboyong kedua putri mereka, Gita dan Nala, dari Jakarta menuju Bandung. Keluarga tersebut bermaksud memulai lembaran hidup baru dengan membuka usaha restoran di kawasan yang berdekatan dengan hutan Babakan Siliwangi.
Namun, kepindahan tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan akibat munculnya berbagai kejanggalan sejak hari pertama kedatangan.
Nala secara tidak sengaja bertemu dengan seorang anak perempuan misterius di area hutan Babakan Siliwangi, yang kemudian menyerahkan sebuah boneka kayu bernama Ghawiah.
Sejak benda tersebut masuk ke dalam kediaman mereka, teror gaib mulai berdatangan secara bertubi-tubi. Boneka tersebut sering berpindah tempat secara misterius tanpa ada anggota keluarga yang memindahkannya.
Ancaman keselamatan keluarga Arya semakin memuncak ketika masa lalu di kawasan tersebut mulai terkuak. Melalui sosok Laras, seorang pelayan restoran sekaligus warga lokal, terungkap legenda kelam mengenai arwah anak perempuan bernama Uci.
Anak tersebut tewas secara tragis akibat insiden tabrak lari di Jalan Siliwangi dua tahun sebelumnya. Arwah Uci diyakini kembali menuntut keadilan dengan menggunakan boneka Ghawiah sebagai perantara teror, hingga memaksa keluarga Arya berhadapan dengan rahasia kelam dan ancaman keselamatan jiwa.
Daftar Pemain Film The Doll GhawiahKeberhasilan penataan suasana mencekam dalam film The Doll Ghawiah disokong oleh jajaran pemeran berbakat yang membawakan setiap karakter secara eksplisit.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah kehadiran Sara Wijayanto yang memerankan karakter kunci dalam memecahkan teka-teki mistis di lingkungan tersebut.
Berikut adalah daftar jajaran pemain The Doll Ghawiah:
Sara Wijayanto sebagai Laras (Pelayan restoran dan warga lokal yang memahami legenda setempat).
Titi Kamal sebagai Evi (Ibu rumah tangga yang berusaha melindungi keluarganya dari teror).
Darius Sinathrya sebagai Arya (Kepala keluarga yang membawa keluarganya pindah ke Bandung).
Aisyah Aqilah sebagai Gita (Anak sulung keluarga Arya dan Evi).
Laura Moane sebagai Nala (Anak bungsu yang menerima boneka Ghawiah di hutan).
Fara Shakila sebagai Uci (Sosok arwah anak perempuan korban tabrak lari).
Putri Patricia sebagai Ibu Uci.
Rendi Khrisna sebagai Ayah Uci.
Ananda George sebagai Maman.
Kehadiran film The Doll: Ghawiah di bioskop menjadi penambah deretan karya sinema bernuansa urban legend di Tanah Air.
Melalui eksekusi alur cerita yang berfokus pada misteri masa lalu, kombinasi latar era 1980-an, serta penampilan para pemerannya, karya ini menyajikan tontonan horor yang dapat dinikmati oleh publik secara luas.





Komentar (0)