Setelah Pawai, Kerusuhan Kembali Pecah di Prancis : Penjarahan dan Perusakan Terulang, Lebih dari 1.000 Orang Ditangkap

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Aksi protes damai di jalanan Prancis pada 24 Oktober akhirnya kembali berubah menjadi bentrokan dengan kekerasan antara demonstran dan polisi, disertai aksi perusakan serta penjarahan toko-toko di sekitar lokasi. Lebih dari 1.000 orang ditangkap. Setelah kekacauan mereda, pertandingan liga sepak bola Amerika Serikat berhasil diselenggarakan di Paris.

EtIndonesia.com Pada 24 Oktober, warga Paris dan sejumlah kota lain di Prancis kembali turun ke jalan untuk memprotes biaya hidup yang terus meningkat dan ketimpangan yang semakin parah. Menurut data resmi, jumlah demonstran mencapai sekitar 410.000 orang.

“Saya menulis, ‘Kebebasan, kesetaraan, persaudaraan, kapan semua itu akan terwujud?’ Karena kenyataannya, sampai sekarang slogan ini hanya omong kosong dan belum diwujudkan secara nyata,” kata Rahiem Madi, demonstran sekaligus komedian. 

Untuk mencegah terulangnya aksi kekerasan, perusakan, dan penjarahan, Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel polisi guna menjaga ketertiban. Namun, setelah pawai berakhir, bentrokan kembali terjadi antara demonstran dan polisi.

Para demonstran melemparkan kembang api, batu, dan benda-benda lainnya ke arah polisi. Mereka juga menyalakan suar merah, sehingga asap tebal menyelimuti malam dan membuat langit tampak merah. Polisi kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Sebagian demonstran memanfaatkan situasi untuk berlindung di toko-toko terdekat, sementara yang lainnya memecahkan kaca etalase toko-toko bermerek mewah.

Pada Minggu (25/10), Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa lebih dari 1.300 orang telah ditangkap dan 50 polisi mengalami luka-luka.

“Para pejabat pada awalnya memutuskan bahwa beberapa pawai protes tidak seharusnya dan tidak boleh diselenggarakan di pusat kota yang pada 17 Oktober telah mengalami kerusuhan, kekerasan, serta aksi perusakan dan penjarahan. Mengizinkan demonstrasi terus berlangsung di tempat-tempat yang sebelumnya telah mengalami kerusuhan, perusakan fasilitas umum, dan penjarahan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez pada 24 Oktober 202. 

Pada 25 Oktober, dalam suasana yang tenang tetapi masih diwarnai ketegangan, National Football League (NFL) Amerika Serikat untuk pertama kalinya menggelar pertandingan musim reguler di Paris. Pittsburgh Steelers mengalahkan New Orleans Saints dengan skor 16–10.

Sehari sebelumnya, Paris baru saja mengalami demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan. Oleh karena itu, sejumlah kegiatan penggemar dan acara NFL sempat dibatalkan.

Presiden Donald Trump sempat meragukan apakah Prancis mampu menyelenggarakan pertandingan tersebut sesuai jadwal di tengah kerusuhan. Dalam wawancara dengan Fox News pada hari itu, ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap gejolak di berbagai wilayah Eropa. 

Trump juga memperingatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa kebijakan imigrasinya, yang menurut Trump membiarkan orang-orang yang penuh kebencian masuk ke Prancis, sedang menghancurkan negara tersebut.

Laporan gabungan Li Jiayin, NTD Television.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Perluas Sekolah Rakyat di 3T
• 16 jam lalu
0
thumb
Kacau, Situs Resmi Ballon d’Or Umumkan 3 Pemenang Berbeda 2,5 Jam Sebelum Upacara Penganugerahan yang Ketahuan Dihapus
• 3 jam lalu
0
thumb
Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 27 Oktober 2026, Jangan Sampai Ketinggalan Kereta
• 6 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Turun Tangan Latih 40 Talenta Muda Indonesia
• 14 jam lalu
0
thumb
DPR Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu, 243 Orang Jadi Tersangka
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.