Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Perluas Sekolah Rakyat di 3T

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah menyiapkan sekitar tujuh hektare lahan di Kampung Jogatapa, Distrik Sugapa, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

BACA JUGA: Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Gus Ipul Laporkan Capaian Kemensos Selama 2 Tahun

Hal tersebut disampaikan Bupati Intan Jaya Aner Maisini saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (26/10/2026).

“Terkait lokasi lahan, kita pemerintah sudah siapkan hampir empat hektare tanah sudah bersertifikat, dan ada sekitar tiga hektare dalam tahapan proses, jadi, lahan yang akan diusulkan adalah tujuh hektare, yang sudah disiapkan pemerintah daerah, dan atas kesepakatan masyarakat pemilik hak wilayah,” kata Aner.

BACA JUGA: Kemensos & CIMA Bahas Rencana Kolaborasi Fasilitasi Lulusan Sekolah Rakyat

Aner menjelaskan lokasi lahan tersebut cukup strategis dan dinilai aman untuk dibangun Sekolah Rakyat.

Mengingat lahan berada di kawasan ibu kota kabupaten dan dekat dengan pusat pemerintahan.

BACA JUGA: Kemensos Kirim Bantuan untuk Ratusan Korban Kebakaran di Dusun Serdang Bangka Selatan

“Ini ada di Ibu Kota, dekat Kantor Bupati, ada Polres, ada Kodim, dan dari sisi keamanan, terjamin,” ujarnya.

Gus Ipul menyambut baik dan mendukung usulan dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Menurutnya, lahan bisa diusulkan setelah syarat dan dokumennya terpenuhi, termasuk legalitas lahan yang diajukan.

“Kalau tanahnya nanti sudah clear, tujuh hektare, dan itu dinilai datar, artinya memenuhi syarat menurut Kementerian PU, sudah, kita dorong (pengajuannya). Semangatnya Pak Bupati harus kita sambut,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan Sekolah Rakyat adalah bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, yakni fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.

Usaha tersebut termasuk pembangunan di wilayah-wilayah terpencil.

“Intinya adalah kami ingin memperluas akses pendidikan untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu di semua daerah, khususnya di daerah 3T,” ujarnya.

Dalam skema pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat, pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan gedung dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara itu, Kementerian Sosial bertanggung jawab atas penyelenggaraan operasional dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.

Gus Ipul mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang telah menyiapkan lahan dan melakukan komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan tersebut.

“Saya senang Pak Bupati Intan Jaya sepakat dan mendukung program strategis ini. Beliau juga telah melakukan konsolidasi, turun ke pelosok-pelosok, bertemu dengan tokoh-tokoh dan kepala suku untuk meyakinkan berbagai pihak bahwa pendidikan adalah jalan yang paling teruji dan terpuji untuk membuat suatu bangsa dan daerah maju,” katanya.

Gus Ipul menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, memperoleh kesempatan mengakses pendidikan yang layak.

Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat penting karena merupakan bagian dari program Nawacita Presiden, sehingga pemerintah daerah harus mendukung, termasuk dalam keamanan pelaksanaannya.

“Sehingga kami pemerintah daerah juga harus mendukung. Dari sisi keamanan, kami sudah jamin, dan saya pernah membuat surat, jaminan keamanan mulai tahapan untuk survei bahkan sampai pembangunan,” kata Aner.

Aner menyebutkan kehadiran Sekolah Rakyat sangat penting untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang selama ini menghadapi kendala jarak dan keterbatasan layanan.

“Kami berharap tahun depan rencana ini bisa terwujud di Kabupaten Intan Jaya. Masyarakat dan kami semua menanti program ini. Kami siap mendukung dan mengawal proses pembangunan ini agar anak-anak kami mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gus Ipul Minta Program Kemensos Selaras dengan 3 Mandat Presiden


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Putusan Sela: Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Kasus Febrie Adriansyah ke Pembuktian
• 6 jam lalu
0
thumb
Tragedi Penembakan Gereja, Pemakaman Korban Disiapkan di Karak
• 19 jam lalu
0
thumb
Bela Ibu, Anak Tewas Dianiaya Ayah di Bandung, Berawal Cekcok Perkara Judol
• 20 jam lalu
0
thumb
Kementerian Transmigrasi Serahkan 27 Sertifikat Hak Milik di Maluku Tengah
• 3 jam lalu
0
thumb
Peringati Pink October, Pertamina Beri Layanan Mamografi Gratis untuk Perempuan Indonesia
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.