Jakarta, VIVA – Senator Brasil Flavio Bolsonaro diperintahkan pengadilan untuk menyerahkan paspornya di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang. Perintah tersebut muncul setelah ia kalah dalam pemilihan presiden putaran kedua Brasil dari petahana Luiz Inacio Lula da Silva pada Minggu (25/10/2026).
Menurut laporan media G1, Flavio diminta menyerahkan seluruh paspor yang dimilikinya, termasuk paspor diplomatik. Langkah tersebut berkaitan dengan penyelidikan Kepolisian Federal Brasil atas dugaan keterlibatannya dalam skema pencucian uang bersama pengacara Willer Tomaz.
Penyidik menaruh perhatian terhadap Tomaz setelah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa pengacara tersebut mengendalikan perusahaan taruhan Rede Loto. Perusahaan itu memperoleh izin operasional dari pemerintah negara bagian Rio de Janeiro pada Mei 2023.
Dengan persetujuan pengadilan, penyidik kemudian memeriksa pesan elektronik, surat elektronik, dan data lain yang tersimpan di telepon milik Tomaz. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri dugaan hubungan antara pihak-pihak yang tengah diselidiki.
Analisis terhadap materi yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan finansial antara Tomaz dan Flavio Bolsonaro. Penyidik juga menemukan catatan setidaknya lima perjalanan ke luar negeri yang dilakukan keduanya pada semester pertama 2025.
Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung. Namun, dugaan keterlibatan Flavio dalam pencucian uang belum merupakan bukti bahwa ia bersalah.
Flavio sendiri menolak tuduhan tersebut dengan keras. Ia menyebut dugaan yang diarahkan kepadanya sebagai "berita palsu".
Penyelidikan ini berlangsung setelah Flavio gagal memenangkan pemilihan presiden Brasil. Ia merupakan senator berusia 45 tahun sekaligus putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.
Dalam pemilihan presiden putaran kedua pada Minggu kemarin, Flavio dikalahkan oleh Lula da Silva. Hasil pemilihan tersebut memastikan Lula kembali menjabat sebagai presiden Brasil untuk masa jabatan keempat yang tidak berurutan.
Kekalahan Flavio sekaligus menggagalkan upaya keluarga Bolsonaro untuk kembali menduduki kursi kepresidenan Brasil. Meski demikian, penyelidikan dugaan pencucian uang terhadap Flavio merupakan perkara hukum tersendiri dan berbeda dari hasil pemilihan presiden.
Belum ada keterangan lebih lanjut dalam laporan tersebut mengenai perkembangan berikutnya dari penyelidikan, termasuk kemungkinan langkah hukum lanjutan terhadap Flavio maupun Tomaz. (Ant)






Komentar (0)