Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan kondisi jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Pasalnya, Puluhan ribu jemaah Indonesia diketahui masih berada di Tanah Suci.
Ketegangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman dilaporkan semakin meningkat. Bahkan, pihak Saudi sempat melancarkan serangan ke ibu kota Yaman, Sanaa, pada Senin (26/10/2026) dini hari waktu setempat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf mengatakan, sebanyak 48.969 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Mayoritas jemaah tersebut tersebar di Jeddah, Makkah, dan Madinah.
Maria memastikan kondisi puluhan ribu jemaah umrah Indonesia tetap aman, termasuk mereka yang berada di ketiga kota tersebut.
"Kami sampaikan kondisi dari jemaah umrah Alhamdulillah dalam kondisi yang aman. Kondisi di tiga kota tersebut dalam situasi yang normal. Bahkan kami bisa sampaikan dalam situasi yang cukup kondusif," ujar Maria saat dihubungi tvOne, Selasa (27/10/2026).
Secara khusus, Maria menjelaskan bahwa situasi di Makkah, termasuk kawasan Masjidil Haram, terpantau normal. Bahkan, jumlah jemaah yang beraktivitas di kawasan tersebut disebut lebih padat dibandingkan sebelumnya.
Hingga kini, ia menegaskan, para jemaah masih dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Kondisi Terbaru Penerbangan ke Tanah SuciMaria juga menjelaskan bahwa penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah maupun Madinah masih berjalan normal tanpa mengalami hambatan berarti.
"Tapi kalau kita berbicara mengenai penerbangan-penerbangan transit yang biasa digunakan oleh jemaah inilah yang mengalami kendala," ungkapnya.
Lebih lanjut, Maria menegaskan bahwa Kemenhaj terus menjalin komunikasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait.
Koordinasi tersebut melibatkan biro perjalanan umrah, Kantor Urusan Haji (KUH) atau Kantor Teknis Urusan Haji (KTUH) di Jeddah, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
"Kami lakukan setiap saat. Jadi, kami pantau langsung khususnya yang pertama melalui Kantor Urusan Haji kami yang berada di Jeddah. Tentu ini bisa terhubung bersama dengan jemaah di sana, serta mengontrol kondisi para jemaah," jelasnya.





Komentar (0)