Jakarta Barat Tangkap 1,19 Ton Ikan Sapu-Sapu Sepanjang 2026, Populasi Invasif Ancam Ekosistem Sungai dan Turap

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat berhasil menangkap sebanyak 3.604 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat 1.190 kilogram atau 1,19 ton sepanjang 2026 untuk mengendalikan populasi spesies invasif yang berpotensi merusak ekosistem perairan.

Operasi penangkapan dilakukan di sejumlah sungai, kali, dan waduk di wilayah Jakarta Barat sebagai langkah untuk melindungi habitat ikan lokal serta menjaga kondisi dasar dan tepi sungai.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat Bety Rahmawati mengatakan pengendalian dilakukan karena populasi ikan sapu-sapu dapat mengganggu keseimbangan ekosistem apabila terus berkembang dan menyebar ke perairan lain.

“Operasi penangkapan ikan sapu-sapu bertujuan untuk menekan populasi ikan secara cepat dan mencegah penyebarannya lebih luas,” ujar Bety saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ribuan Ikan Sapu-Sapu Ditangkap di Sungai dan Waduk Jakarta Barat

Bety menjelaskan bahwa operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di berbagai titik perairan yang menjadi lokasi penyebaran spesies tersebut.

Sejumlah lokasi penangkapan meliputi Kali Taman Semanan Indah (TSI), Waduk Bojong, Kali Pesanggrahan, Kali Semongol, Kali Banjir Kanal Barat, dan Kali Angke.

Petugas juga melakukan penangkapan di beberapa titik perairan lainnya yang berada dalam wilayah administrasi Jakarta Barat.

Berdasarkan catatan Sudin KPKP Jakarta Barat, total ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai 3.604 ekor dengan berat keseluruhan 1.190 kilogram.

Kegiatan tersebut bertujuan mengurangi jumlah ikan sapu-sapu sekaligus mencegah penyebarannya ke wilayah perairan yang lebih luas.

Ikan Sapu-Sapu Dimatikan dan Dikubur agar Tidak Diperjualbelikan

Sudin KPKP Jakarta Barat menerapkan prosedur khusus terhadap seluruh ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap petugas.

Bety menyampaikan bahwa ikan hasil penangkapan tidak dikembalikan ke sungai maupun dilepaskan ke perairan lainnya.

Seluruh ikan tersebut dimatikan dan dikubur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan, Jakarta Barat.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan ikan sapu-sapu tidak kembali berkembang biak di perairan dan tidak masuk ke jalur perdagangan.

Prosedur pemusnahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian populasi ikan yang dinilai mengancam keberadaan spesies lokal.

Ikan Sapu-Sapu Berpotensi Merusak Turap Sungai

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Keberadaannya berpotensi memberikan tekanan terhadap populasi ikan lokal yang hidup di habitat yang sama.

Selain berdampak terhadap ekosistem, ikan sapu-sapu juga dapat memengaruhi kondisi fisik bantaran sungai.

Spesies tersebut diketahui memiliki kebiasaan membuat lubang pada bagian dinding turap yang dapat mempercepat kerusakan struktur penahan tanah.

Lubang-lubang yang terbentuk berpotensi membuat turap menjadi lebih rapuh sehingga keberadaan ikan sapu-sapu turut menjadi perhatian dalam pemeliharaan infrastruktur perairan.

Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Tercemar Berisiko bagi Kesehatan

Selain persoalan lingkungan, pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan makanan juga menjadi perhatian karena potensi kontaminasi dari habitat tempat ikan tersebut hidup.

Ikan sapu-sapu dilaporkan kerap diburu oleh oknum tertentu untuk diolah menjadi makanan, termasuk siomay.

Padahal, ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi terpapar bakteri berbahaya seperti Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella.

Kontaminasi logam berat seperti timbal juga menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai pada ikan yang berasal dari lingkungan perairan tercemar.

Namun, tingkat kontaminasi pada setiap ikan bergantung pada kondisi habitatnya dan memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.

Melalui operasi penangkapan dan pemusnahan sepanjang 2026, Sudin KPKP Jakarta Barat berupaya menekan penyebaran ikan sapu-sapu sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan waduk di wilayah tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Ekonomi Tumbuh dan Gaji Buruh Naik Menurut Kabakom
• 23 jam lalu
0
thumb
Satgas PASTI Blokir 702 Ribu Rekening Penipuan, Dana Rp 825,2 M Diamankan
• 6 jam lalu
0
thumb
Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 4,65 Persen, Pemerintah Klaim Terendah dalam Tiga Dekade
• 3 jam lalu
0
thumb
Brasil menolak kanan jauh 
• 10 jam lalu
0
thumb
KLH dan MUI Serukan Gerakan Tobat Ekologis demi Atasi Krisis Lingkungan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.